Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI Membangun Kemandirian Ekonomi Dan Pangan Secara Berkelanjutan (Bagian XXXI)

Tahun 1990, total konsumsi minyak nabati kawasan Asia Tengah adalah 110.000 ton. Tahun 2000, konsumsi minyak nabati meningkat hampir 4 kali lipat menjadi 438.000 ton, atau rata-rata meningkat 29,8% per tahun. Peningkatan ini berdampak pada pangsa konsumsi minyak sawit dari 0% tahun 1990 menjadi 68,7% pada tahun 2000. Sumber kedua adalah sunflower oil dengan pangsa 29,2%. Hal ini menunjukan bahwa pola konsumsi nabati cenderung bergeser dari sunflower oil ke minyak sawit, sisanya adalah minyak kedele 2,3%.

Dalam dekade 2000 ke 2010, konsumsi minyak nabati naik dari sekitar 438.000 ton menjadi 1.680.000 ton lebih, dengan growth 28,5% per tahun. Sumber utama minyak nabati tetap didominasi oleh minyak sawit (78,6%).  Tahun 2000-2010 konsumsi nabati naik menjadi 1.685.000 ton. Dengan growth 258,5% per tahun. Pada tahun 2014 naik rata-rata 7,7% per tahun menjadi 2.201.000 ton.

Tahun 2014, diperoleh gambaran umum bahwa konsumsi utama minyak nabati di kawasan Asia Tengah adalah minyak sawit dengan proporsi yang sangat dominan, yakni 81,8%, dan sunflower oil berada pada urutan kedua denganproporsi 15,9%. Minyak kedele dan rapeseed oil bersifat complementary dengan proporsi masing-masing 0,3% dan 2%.

Sumber : GAPKI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like