Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI Membangun Kemandirian Ekonomi Dan Pangan Secara Berkelanjutan (Bagian XXI)

Dalam satu dekade, dari tahun 1980 ke tahun 1990, konsumsi minyak nabati naik dari sekitar 2,4 juta ton menjadi 3,1 juta ton, dengan growth 13% per tahun. Sumber utama minyak nabati didominasi oleh minyak kedele (39,8%), sedangkan peran minyak sawit semakin meningkat dengan pangsa 30,6% pada tahun 1990 dan selebihnya adalah minyak bunga matahari dengan pangsa 28,7%. Dalam dekade 1990-2000 konsumsi nabati menjadi 10,5 juta ton, dengan pertumbuhan yang pesat sebesar 23,5% per tahun. Tahun 2010, konsumsi minyak nabati telah mencapai 15,8 juta ton dengan laju pertumbuhan 5,1% per tahun. Tahun 2014 laju konsumsi naik 3,7% per tahun menjadi 19,9 juta ton.

Pada tahun 2014. Konsumsi utama minyak nabati terbesar di kawasan Asia Selatan adalah minyak sawit (64,7%), dan minyak kedele berada pada urutan kedua dengan proporsi 19,8%, sedangkan proporsi sunflower oil dan rapeseed oil masing-masing adalah 9,7% dan 5,8%. Proporsi minyak sawit meningkat pesat, sedangkan proporsi minyak kedele dan rapeseed oil menurun tajam. Hal ini menunjukan pola konsumsi bergeser dari rapeseed oil dan kedele ke minyak sawit.

Sumber : GAPKI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like