Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI Membangun Kemandirian Ekonomi Dan Pangan Secara Berkelanjutan (Bagian XVIII)

Tahun 2014, diperoleh gambaran umum bahwa konsumsi utama minyak nabati di kawasan Sub Sahara Afrika adalah minyak sawit dengan pangsa (57,1%) dan minyak kedele berada pada ururtan kedua dengan proporsi (29,2%), sedangkan rapeseed oil adalah 13,8%. Hal ini menunjukan adanya peningkatan minyak kedele dalam pola konsumsi minyka nabati di kawasan Sub Sahara Afrika. Sementara rapeseed oil cenderung merata pada kisaran 13%.

Near East dan Afrika Utara. Secara umum, kawasan Near East dan Afrika Utara merupakan konsumen utama minyak kedele (soybean oil/SBO). Minyak kedele memiliki proporsi yang dominan sepanjang kurun waktu 1965-2014. Pada tahun 1965, sekitar 57% konsumsi minyak nabati di kawasan ini adalah minyak kedele, dan sisanya dipenuhi oleh sunflower oil dan minyak sawit. Sejak tahun 1990 persen sunflower oil dan minyak sawit semakin besar, namun laju pertumbuhan sunflower oil lebih besar dibandingdengan laju minyak sawit, yakni masing-masing 15,24% dan 6,76% per tahun.

Tahun 1965, total konsumsi minyak nabati kawasan Near East dan Afrika Utara adalah 140.000 ton. Tahun 1980, konsumsi minyak nabati meningkat 20 kali lipat menjadi 1.991.000 ton, atau rata-rata meningkat 135,8% per tahun. Peningkatan ini berdampak pada pangsa konsumsi minyak kedele naik dari 56,4% tahun 1965 menjadi 75,8% pada tahun 1980. Sumber konsumsi kedua adalah sunflower oil dengan pangsa 16,9%. Hal ini menunjukan bahwa pola konsumsi nabati cenderung bergeser ke sunflower oil, dimana pangsa minyak sawit dan rapeseed oil keduanya hanya sekitar 7%.

Sumber : GAPKI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like