Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI Membangun Kemandirian Ekonomi Dan Pangan Secara Berkelanjutan (Bagian XIX)

Dalam satu dekade, dari tahun 1980 ke 1990, konsumsi minyak nabati naik dari sekitar 1,4 juta ton menjadi 2,9 juta ton lebih, dengan growth 10,6% per tahun. Sumber utama minyak nabati bergeser dari minyak kedele ke sunflower oil dengan pangsa 45,5%. Sedangkan peran minyak sawit semakin meningkat dari pangsa 8,58% pada tahun 1980 menjadi 17,96% pada tahun 1990, sementara peran minyak kedelemenurun dari 51,1% menjadi 27,3%. Tahun 2000konsumsi nabati naik menjadi 4,1 juta ton, dengan growth 4,1% per tahun. Dalam dekade 2000-2010, konsumsi minyak nabati dikawasan Near East dan Afrika Utara bertumbuh sebesar 5,4% per tahun, dan tahun 2010 konsumsi minyak nabati telah mencapai 6,3 juta ton, kemudian tahun 2014 naik rata-rata 6,7% per tahun menjadi 8 juta ton.

Baca Juga :   Dihambat Isu Dagang, Ekspor Sawit ke Eropa dan USA Tetap Naik

Tahun 2014, diperoleh gambaran umum bahwa konsumsi utama minyak nabati di kawasan Near East dan Afrika Utara adalah sunflower oil (39,1%), dan minyak kedele berada pada urutan ke dua dengan proporsi 32,9%, diikuti minyak sawit dengan proporsi 26,89% dan rapeseed oil dalam jumlah kecil, yakni 1,2%. Proporsi minyak sawit meningkat pesat, sedangkan proporsi minyak kedele cenderung menurun dan proporsi rapeseed oil menurun tajam dari 34,3% (1965) menjadi 1,2% (2014).

Sumber : GAPKI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Read More

Deforestasi Global

Salah satu isu  lingkungan global yang ditudingkan negara-negara Barat ke negara-negara tropis (temasuk Indonesia) adalah deforestasi hutan tropis.…