Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI Membangun Kemandirian Ekonomi dan Pangan Secara Berkelanjutan (Bagian XI)

Dalam kurun waktu 1965-2014, rata-rata konsumsi minyak sawit dunia meningkat rata-rata 9,42 persen per tahun. Bila dilihat berdasarkan kawasan, konsumen terbesar dunia adalah kawasan Asia Timur (15 negara). Konsumsi kawasan Asia Timur mencapai rata-rata 40,2 persen dari total minyak sawit dunia. Dari sisi volume konsumsi minyak sawit kawasan Asia Timur cenderung meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 15 persen per tahun. Dari sisi pangsa, konsumsi minyak sawit Asia Timur juga meningkat pesat dan tertinggi dibandingkan kawasan lainnya. Pada tahun 1965, pangsa konsumsi minyak sawit Asia Timur adalah 11,28 persen, tahun 1980 menjadi 31,705 persen, tahun 2000 naik menjadi 37,88 persen dan pada tahun 2014 naik menjadi 42,82 persen.

Disamping itu juga terdapat pengeseran pola konsumsi minyak sawit antar kawasan, yang awalnya (1965) didominasi oleh Sub-Sahara Afrika (77,82%) munuju Asia, baik Asia Timur maupun Asia Selatan. Pada tahun 1965, sekitar 78 persen konsumsi terbesar minyak sawit menyebar di Sub Sahara Afrika menurun 34,14 persen, Asia Timur dan Asia Selatan naik masing-masing menjadi 37,88 persen dan 24,06 persen. Tahun 2014 pangsa konsumsi minyak sawit Sub Sahara Afrika menurun menjadi 10,42 persen, Asia Timur naik menjadi 42,82 persen dan Asia Selatan turun menjadi 20,73 persen.

Perkembangan terakhir menunjukan, dalam kurun waktu 2010-2014, negara konsumen terbesar minyak sawit di dunia adalah Indonesia 15,8 persen, India 14,9 persen, China 11,5 persen, EU-27 10,9 persen, Malaysia 4,5 persen, Pakistan 4,2 persen, Thailand 3,0 persen, Nigeria 2,5 persen dan USA 2,2 persen, selebihnya, sekitar 30 persen dikonsumsi oleh sisa dunia.

Sumber : GAPKI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like