Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI Membangun Kemandirian Ekonomi dan Pangan Secara Berkelanjutan (Bagian VIII)

Perkembangan konsumsi Minyak Nabati Dunia

Perkemabangan konsumsi minyak nabati utama dunia pada tahuan 1965 adalah 5.228 juta ton. Hampir 60 persen konsumsi minyak nabati dunia adalah minyak kedele, diikuti minyak rapeseed sebanyak 25 persen, minyak sawit 15 persen dan minyak bunga matahari 0,67 persen. Pada tahun 1980, konsumsi minyak nabati dunia meningkat  3,5 kali lipat menjadi 18.000 juta ton. Hal ini menunjukaan perkembangan yang pesat, yakni sebesar 22,95 persen pertahun. Seiring dengan itu, pola konsumsi minyak nabti dunia berubah, dimana pangsa minyak sawit semakin besar dari 15 persen menjadi 21 persen dari total konsumsi minyak nabati utama dunia, sedangkan pangsa konsumsi minyak kedele turun dari 60 persen menjadi 55 persen. Perkembangan pesat terlihat pada sunflower oil dari 0,67 persen menjadi 9,62 persen.  Pangsa rapeseed menurun menjadi 13,62 persen.

Pada tahun 2014, seiring dengan meningkatnya jumalah penduduk dan pendapatan per kapita, konsumsi minyak nabati dunia meningkat 8,4 kali lipat dibandingkan tahu 1980 menjadi 151,618 juta ton. Rata-rata konsumsi minyak nabati dunia meningkat lebih pesat, yakni 24,77 persen per tahun. Ha;l ini juga berdampak pada perubahan pola konsumsi minyak nabati dunia, dimana pangsa minyak sawit kini menduduki pangsa terbesar yakni 41 persen dan mengungguli dominasi minyak kedele dengan share duni sebesar 32 persen. Pangsa konsumsi sunflower oil cenderung sama yakni 10 persen sedangkan pangsa konsumsi rapeseed meningkat menjadi 17 persen.

Sumber: GAPKI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like