Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI Membangun Kemandirian Ekonomi Dan Pangan Secara Berkelanjutan (Bagian L)

Selain itu beberapa perusahaan melakukan konsolidasi konsumen menjadi organisasi marketing global oleokimia seperti RAG (marger dari Degusa, Rhom, Stock Hausen, Gold Scmidt, C.W. Hulse, Rutgers). Procter Gamble (marger dari Proter Gambel, Clairol, Wella, Gillete) dan Henkel (marger dari Henkel, Schwarzkopf dan Dial).

Strategi integrasi kedepan maupun ke belakang juga terjadi pada industri oleokimia global. Forward integrative ke industri pengguna (consumer goods, capital goods) untuk minimisasi risiko agar lebih profitable (integrasi oleokimia-consumer goods/capital goods lebih profitable dari pada hanya oleokimia or industri consumer goods or capital goods). Misalnya : KAO, PROCTER and GANBLE. Produsen bahan baku (minyak nabati) forward integrative ke industri oleokimia (ASEAN). Mengamankan CPO/PKO, dan CCO. Strategi Joint venture provider tecnology dan jaringan marketing global seperti Wilmar Group, Bakrie Group, Sinar Mas, Musim Mas, Eco Green Cisadane. Sime Darby Group, United Plantation Group, Guthre Group, Golden Hope Plantation, IOI Corporation, Kuala Lumpur Kepong, Felda Holding, PBB Oil Palms, Palmco Holding, Akzo & Nobel Oleochemical (Joint Venture dengan Akzo & Nobel), Cognis Oleochemical (Joint Venture Cognis Jerman, Golden Hope), FPG Oleochemical (Joint Venture Procter & Gamble USA dengan Felda).

Strategi Bacward integrative dengan industri bahan baku juga terjadi seperti Cognis Oleochemical (Join Venture Cognis Golden Hope), FPG Oleochemical (Joint Venture Procter Gamble, dengan Felda) Akzo & Nobel.

Sumber : GAPKI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like