Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian XCXXII)

Pasar minyak nabati dunia saat ini sedang mengalami perubahan mendasar, dan akan menghadapi tantangan yang tidak ringan dengan berbagai peluang besar yang mengiringi. Perkembangan standar hidup di berbagai negara berkembang, perkembangan populasi yang diikuti perubahan pola diet/asupan gizi dan ekspansi kebutuhan bioenergi merupakan kecenderungan utama/tren yang akan memegang peran dalam perkembangan sektor komoditi yang dimasa mendatang.

Pasar komoditi minyak nabati dunia mempunyai gambaran yang sangat beragam, dimulai dari China dengan ciri impor yang sangat besar, sampai dengan India yang mempunyai perkembangan pasar rumah tangga yang sangat besar. Indonesia bersama dengan Malaysia yang secara tradisional telah menjadi produsen utama minyak nabati dunia (i.e minyak sawit), saat ini mulai mendapat tantangan kompetitif dengan besarnya ekspansi lahan dari beberapa negara lain seperti Thailand dan Colombia. Amerika Serikat dan Canada sebagai eksportir utama minyak kedelai, saat ini mendapat tantangan serius dalam menentukan pasar dengan berkembangnya sector komoditi ini di negara brazil maupun Argentina.

Perubahan Iklim Global

Pasar minyak nabati dunia saat ini terbagi dalam dua golongan besar (i) Bahan pangan yang mencapai 80% dari total produksi dan (ii) Pemenuhan kebutuhan industri. Aspek terbesar pendorong pertumbuhan kebutuhan minyak nabati masih pada pemenuhan kebutuhan bahan pangan meski perkembangan kebutuhan sebagai sumber energi alternative/biofuel/bioenergi semakin penting, termasuk didalamnya biodiesel. Termasuk dalam kebutuhan bioenergi tersebut adalah pemanfaatan minyak nabati seperti minyak sawit, minyak kedelai dan minyak jarak/jatropa sebagai sumber bahan bakar minyak nabati (biodiesel).

Sumber : GAPKI

 

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like