Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian XCXVII)

Tahun 2015-2030, rata-rata laju pertumbuhan konsumsi masing-masing minyak sawit adalah 3.15% per tahun, dan cenderung semakin tinggi pada tahun 2030-2050, yakni3,46% per tahun. Sedangkan rapeseed oil cenderung melambat dari 1,34% per tahun menjadi 1,087% per tahun. Demikian halnya dengan soybean oil dan sunflower oil, juga cenderung melambat, maing-masing dari 2,58% ke 2.31% per tahun dan dan dari 1,06% ke 0,90% per tahun. Hal ini menunjukan pola konsumsi masyarakat dunia cenderung semakin tinggi pada minyak sawit.

Proyeksi Produksi Minyak Nabati Utama Global 2050

Tahun 2014, produksi minyak nabati utama dunia adalah 137,44 juta ton, yang terdiri atas minyak sawit (palm oil) 53,41 juta ton (38,91%), minyak kedele (soybean oil) 45,12 juta ton (32,84%), minyak rapeseed (rapeseed oil) 25,28 juta ton (18,4%) dan minyak bunga matahari (sunflowers oil) 13,55 juta ton (9,9%). Dibandingkan dengan tahun 2020, produksi minyak nabati utama dunia meningkat 12,35% menjadi 154,42 juta ton. Sumber produksi utama minyak nabati dunia adalah minyak sawit 40,2% minyak kedele 32,6%, minyak rapeseed 17,8% dan minyak bunga matahari 9,4%. Perubahan tersebut menunjukan pangsa minyak sawit naik 1,3%, sedangkan ketiga minyak nabati lainnya menurun. Demikian halnya dengan proyeksi tahun 2050, estimasi produksi minyak nabati utama dunia akan mencapai 358,56 juta ton,atau meningat 2,6 kali lipat dari kondisi saat ini. Produksi masing-masing minyak nabati adalah minyak sawit 189,66 juta ton (52,9%), minyak kedele 111,07 juta ton (31%), minyak rapeseed 38,72 juta ton (10,8%) dan minyak bunga matahari sebesar 19,11 juta ton (5,3%).

Sumber : GAPKI

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like