Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian XCXVI)

Beberapa negara terpilih menyajikan perkembangan GDP per kapita, yang berhubungan dengan kondisi di negara tersebut. GDP per kapita tertinggi adalah Singapura, diikuti Uni Eropa dan Malaysia. Indonesia relatif masih rendah dan kuruang lebih sama denga India. Yang menarik adalah GDP per kapita China, yang tumbuh pesat dari tahun 2015 hingga 2050 dengan posisi sedikit dibawah Amerika serikat.

Proyeksi Konsumsi Minyak Nabati Utama Galobal 2050

Tahun 2014, minyak nabati uatama dunia adalah 136,13 juta ton, yang terdiri atas minyak sawit (palm oil) 52,01 juta ton (38,53%), minyak kedele (soybean oil) 45,01 juta ton (33,09%),minyak rapeseed (rapeseeed Oil) 25,30 juta ton dan minyak bunga matahari (sunflowers oil) 13,37 juta ton (9,82%). Dibandingkan dengan tahun 2020, konsumsi minyak nabati utama dunia meningkat 12,49% menjadi 153,14 juta ton. Sumber konsumsi utama minyak nabati dunia diperoleh dari minyak sawit 39,85%, minyak kedele 32,81%, minyak rapeseed 18,01% dan minyak bunga matahari 9,34%. Perubahan tersebut menunjukan pangsa minyak sawit naik 1,31%, sedangkan ketiga minyak nabati lainnya menurun. Demikian halnya dengan proyeksi tahun 2050, estimasi konsumsi minyak nabati utama dunia akan mencapai 334,68 juta ton, atau meningkat 2,5 kali lipat dari kondisi saat ini. Konsumsi masing-masing minyak nabati adalah minyak sawit 171,16 juta ton (51,14%), minyak kedele 105,78 juta ton (31,61%), minyak rapeseed 38,80 juta ton (11,59%) dan minyak bunga matahari sebesar 18,94 juta ton (9,34%).

Perkembangan diatas menunjukan tren positif pada eempat minyak nabati tersebut. Namun bila dibandingkan perubahan pangsa masing-masing, terlihat bahwa kontribusi minyak sawit meningkat 12,61%, dari 38,53% menjadi 51,14%. Sedangkan pangsa minyak kedele menurun 1,46%, minyak rapeseed menurun 6,99% dan minyak bunga matahari menurun 4,16%.

Sumber : GAPKI

No tags for this post.

Related posts

You May Also Like