Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian LXXXVII)

Haraga Ekspor (HE) tersebut ditetapkan setiap bulan oleh Menteri Keuangan baik untuk CPO, maupun produk turunannya RBD Olein, CRD Olein dan RBD Olein. Pada bulan September 1994, misalnya melalui SK Menteri Keuangan  No: 440/MK.017/1994 tanggal 31 Agustus 1994 merupakan HE CPO (US$ 540/ton), RBD Palm Oil (US$ 591/ton), CRD Olein (US$ 612/ton) dan RBD Olein (US$ 642/ton).

Realisasi kebijakan pajak ekspor misalnya dalam periode September 1994 sampai dengan November 1995 menunjukan bahwa pajak ekspor CPO mencapai 11,9% dari harga ekspor CPO, atau sekitar US$ 72 ton CPO yang diekspor. Untuk RBD Palm Oil mencapai 12,4% dari harga ekspor RBD Palm Oil atau sekitar US$ 79/ton. Sementara untuk produk CRD Olein, pajak ekspor mencapai 15,4% atau US$ 97/ton yang diekspor. Untuk RBD Olein, pajak ekspor mencapai 14,8% atau sekitar US$ 99/ton RBD Olein yang diekspor.

Dengan demikian, kebijakan pajak ekspor tersebut akan menghasilkan pajak yang lebih tinggi pada produk turunan (olahan) dari pada pajak ekspor bahan mentah (CPO). Pajak ekspor RBD Olein lebih tinggi dari CRD Olein. Demikian juga pajak ekspor CRD Olein lebih tinggi daripada RND Palm Oil dan pajak ekspor RBD Palm Oil lebih tinggi dari pada pajak ekspor CPO.

Sumber : GAPKI

No tags for this post.

Related posts

You May Also Like