Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian CLXXXVII)

Roadmap Replanting

Dalam periode 2013-2050 diproyeksikan replanting dan penanaman baru kelapa sawit. Luas replanting cenderung meningkat, sementara tanaman baru cenderung menurun menuju tahun 2050. Hal ini membuktikan bahwa industri minyak sawit Indonesia menuju tahun 2050 lebih memfokuskan peningkatan produktivitas dibandingkan dengan perluasan areal.

Roadmap Replanting dan Tanaman Baru serta Kebutuhan Bibit Kelapa Sawit 2013-2050 (Ha)

Tahun Raplanting Nasional Tanaman Baru Nasional Total
2013 140.965 450.426 591.391
2014 118.050 200.068 318.118
2015 153.149 510.545 663.694
2016 184.319 536.072 720.391
2017 262.282 562.875 825.157
2018 159.569 591.019 750.588
2019 190.822 397.416 588.238
2020 234.615 496.213 730.828
2025 263.364 496.213 759.577
2030 255.596 496.213 751.809
2035 589.104 496.213 1.085.317
2040 663.694 496.213 1.159.906
2045 730.828 496.213 1.227.040
2050 759.577 496.213 1.255.789

 

Roadmap Luas Areal dan Komposisi Tanaman

Untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit 2015-2050 dilakukan melalui dua strategi yakni: perluasan areal baru dan peningkatan produktivitas. Di proyeksikan tambahan areal baru masih terjadi setiap tahun (khususnya perkebunan rakyat) dalam periode 2015-2050. Dengan demikian diproyeksikan pada tahun 2020 luas areal perkebunan kelapa sawit Indonesia akan mencapai 13,3 juta hektar. Terdiri dari perkebunan sawit rakyat 6,6 juta Ha, perkebunan sawit swasta 5,9 juta Ha, dan negara 0,72 juta Ha. Kemudian pada tahun 2050 luas areal perkebunan kelapa sawit Indonesia akan mencapai 28 juta Ha. Terdiri dari perkebunan sawit rakyat 16,6 juta Ha, perkebunan sawit swasta 10 juta Ha, dan negara 0,8 juta Ha. Dengan demikian pangsa perkebunan rakyat makin dominan dalam perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Sumber : GAPKI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like