Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian CLXXV)

Asumsi – Asumsi

Kebutuhan CPO domestik 2015-2050 difokuskan pada upaya memenuhi kebutuhan produksi biodiesel untuk secepat mungkin mengganti (mengurangi) konsumsi solar/diesel untuk ketahanan dan keberlanjutan energi dan pengurangan laju emisis GHG dari konsumsi solar. Hal ini sangat penting mengingat ketergantungan Indonesia pada solar impor makin tinggi untuk memenuhi kebutuhan solar dalam negri baik akibat pertumbuhan ekonomi maupun pertambahan jumlah penduduk.

Volume konsumsi solar Indonesia meningkat dari 39,4 juta kl (2013) naik menjadi 50,94 juta kl (2020) kemudian menjadi sekitar 100 juta Kl (2050). Menurut proyeksi US Energy Information Administration (2008), harga crude oil dunia diperkirakan naik menjadi US $ 300/barel atau sekitar US $ 2/liter (berdasarkan harga tetap tahun 2009). Hal ini berarti resiko ekonomi yang dihadapi Indonesia makin besar di masa yang akan datang jika tidak ada upaya yang fundamental untuk mengurangi ketergantungan pada solar. Mempercepat subsidi solar dengan biodiesel asal minyak sawit (FAME) diharapkan menjadi salah satu solusi untuk membangun kemandirian energi kedepan.

Kebutuhan CPO untuk biodiesel mengikuti kebijakan mandatori dengan skedul dan volume yang telah direncanakan selama ini (PERMEN ESDM No. 32/2008). Namun antisipasi percepatan mandatori biodiesel juga dilakukan sedemikian rupa sehingga setelah tahun 2030 diharapkan Indonesia sudah memasuki mandatori B40.

Sumber : GAPKI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like