Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian CLXXI)

Kebutuhan Lahan untuk Menghasilkan 1.000 Ton Minyak Nabati dari Berbagai Jenis Minyak Nabati Global

Jenis minyak nabati Produktivitas minyak (Ton/Ha) Kebutuhan lahan untuk 1.000 ton minyak nabati (Ha)
Soybean 0,45 2.222
Rapeseed 0,69 1.449
Sunflower 0,52 1.923
Groundnuts 0,45 2.222
Coconut 0,34 2.941
Cotton 0,19 5.263
Palm oil 4,27 234

Sumber: Oil World, 2010

Selain hemat lahan, perkebunan sawit juga lebih hemat input (seperti pupuk, pestisida maupun energi) dan minimal polusi/emisi yang masuk ke air dan ke dalam tanah. Perkebunan kelapa sawit lebih hemat pupuk (N,P) dibandingkan dengan soybean dan rapeseed. Demikian juga dalam pengunaan energi, perkebunan kelapa sawit lenih hemat dibandingkan minyak nabati lainnya.

Perbandingan Penggunaan Input dan Polusi Air/Tanah antara Perkebunan Kelapa Sawit dengan Minyak Nabati Lain untk Per Ton Minyak Nabati yang Dihasilkan

Indikator Kelapa Sawit Soybean Rapeseed
Input

N (kg)

Phosphorus (kg P2O5)

Pesticide/Herbicide   (kg)

Energi (GJ)

 

47

8

2

0,5

 

315

77

29

2,9

 

99

42

11

0,7

Polusi ke Air/Tanah

N (kg)

Phosphorus (kg P2O5)

Pesticide/Herbicide (kg)

 

5

2

0,4

 

32

23

23

 

10

13

9

Sumber: FAO (1996)

Pada perkebunan kelapa sawit untuk setiap penggunaan satu GJ energi fosil-fuel dapat menghasilkan energi/minyak nabati sebesar 2 ton. Sementara dari soybean hanya diperoleh 0,34 ton minyak dan 1,4 ton minyak rapeseed. Hal ini bermakna bahwa dalam upaya internasional menghemat pengunaan energi fosil maka penggunaan energi fosil untuk produksi minyak sawit dapat menjadi pilihan rasional.

Sumber : GAPKI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like