Industri Minyak Sawit Indonesia : Isu Sosial, Ekonomi Dan Lingkungan (Bagian XVI) Selesai

Untuk indikator laju penyerapan CO2 dari atmofir bumi, perkebunan kelapasawit justru lebih unggul dibandingkan hutan. Berbagai indikator laju penyerapan CO2 dari atmosfir bumi seperti efisiensi foto sintensis, efisiensi konversi energi matahari, asimilasi netto, produksi oksigen, perkebunan kelapa sawit lebih unggul dibandingkan hutan. Akibatnya, incremental biomass dan produktivitas bahan kering per tahun perkebunan kelapa sawit lebih unggul dibandingkan dengan hutan.

Dengan keunggulan masing-masing perkebunan kelapa sawit dan hutan yang demikian justru menguntungkan upaya pelestarian ekosistem global, asal ditempatkan pada fungsi dan ruang yang tepat. Hutan memang harus difungsikan sebagai pelestarian biodiversity dan stok karbon. Sementara untuk menyerap kembali CO2 atmofir bumi (agar konsentrasi GHG atmosfir bumi tidak meningkat), merupakan keunggulan fungsi ekologis perkebunan kelapa sawit. Dengan demikian hutan dan kelapa sawit adalah dua sub ekosistem yang berkontribusi pada pelestarian ekosistem global.

Sumber : Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, MEc

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like