Industri Minyak Sawit Indonesia Berkelanjutan (Bagian XXXVII)

Dengan fakta tersebut dapat dikatanan bahwa industri minyak sawit Indonesia (meskipun masih pada fase sedang bertumbuh) telah berperan menjadi kutub penyelamat NTB pada periode tahun 2008-2012. Selain dalam menghasilkan devisa (net ekspor) yang besar, industri minyak sawit juga telah memberikan pendapatan bagi pemerintah dari pungutan bea keluar.

Sejak pemerintah merubah kebijakan perdagangan internasional menjadi bea keluar (export duty) tahun 2007, penerimaan pemerintah dari bea keluar meningkat secara proporsional dengan meningkatkan volume ekspor dan harga CPO dan turunannya di pasar internasional. Secara akumulatif sampai tahun 2012, penerimaan pemerintah telah berjumlah Rp. 79 triliun. Jumalah ini belum memperhitungkan penerimaan pemerintah dari berbagai pajak (PBB, PPH,PPn) dari industri minyak sawit yang diperkirakan cukup besar.

Baca Juga :   Tata Kelola Perkebunan Sawit di Indonesia Studi kasus di Provinsi Riau dan Kalimantan Barat (Bagian VII)

Dengan demikian industri minyak sawit Indonesia meskipun dalam pase pertumbuhan, perannya baik dalam ekspor maupun penerimaan pemerintah dari bea keluar sudah cukup besar. Diperkirakan kontribusi industri minyak sawit terhadap devisa maupun penerimaan negara akan lebih besar lagi dimasa yang akan datang, seiring dengan makin bertumbuhnya industri minyak sawit.

Sumber: PASPI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like