Industri Minyak Sawit Indonesia Berkelanjutan (Bagaian XVIII)

Perusahaan kelapa sawit di Indonesia dimiliki/diusahai oleh perkebunan rakyat, perkebunan negara (BUMN) dan perusahaan perkebunan swasta asing maupun swasta nasional. Perusahaan perkebunan swasta asing merupakan pionir dalam perkebunan kelapa sawit sejak dimulainya usaha perkebunan kelapa sawit tahun 1911, pada masa Kolonial Belanda di Indonesia. Cikal-bakal perkebunan negara adalah hasil nasionalisasi perkebunan milik kolonial tahun 1957. Perkebunan rakyat adalah dari Kebijakan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) tahun 1980, dimana yang bertindak sebagai inti adalah perusahaan negara dan petani (disekitarnya) sebagai plasma.

Sejak tahun 1980, terjadi revolusi pengusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang ditandai dengan bertumbuh kembangnya perkebunanan rakyat begitu cepat.  Pada tahun 1980, pangsa perkebuna rakyat relatif kecil yakni sekitar 2 persen dan mengalami peningkatan yang sangat cepat sehingga tahun 2010 pangsa perkebuna rakyat sudah mencapai 42 persen dari luas perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Baca Juga :   Apakah Resolusi Sawit Mudah Diimplementasikan? (Bagian I)

Sementara itu, perusahaan perkebunan swasta yang pangsanya sekitar 30 persen tahun 1980, juga mengalami peningkatan (meskipun tidak secepat  perkebunan rakyat) sehingga tahun 2010 pangsa perusahaan perkebunan hampir 50 persen, atau naik 20 persen selama 20 tahun (periode 1980-2010).

Sumber: PASPI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like