Presiden Joko Widodo mengusulkan dua strategi dengan penekanan pada inovasi, ekonomi digital, dan ekonomi hijau dalam pertemuan dengan dunia usaha ASEAN yang digelar dalam sela-sela rangkaian KTT ASEAN ke-40 dan ke-41 pada Kamis (10/11) di Phnom Penh, Kamboja. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan tersebut.

“Dunia saat ini tengah dilanda gelombang krisis, namun potret ekonomi di kawasan masih tetap positif dan menjadikan ASEAN sebagai ekonomi terbesar ke-5 di dunia,” ungkap Presiden Joko Widodo saat memulai pidato. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemitraan dunia usaha dan Pemerintah telah berjalan baik dan perlu diperkuat.

Mempertimbangkan bahwa sektor swasta memiliki peran yang sangat penting, Presiden Joko Widodo mengusulkan dua strategi. Pertama, memastikan resiliensi ekonomi ASEAN untuk jangka pendek. “Kecepatan dan ketepatan beradaptasi menjadi kunci resiliensi ekonomi ASEAN,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain kebijakan makroprudensial Pemerintah yang adaptif, stabilisasi sektor keuangan, dan stimulasi pergerakan ekonomi serta sektor swasta yang harus forward-looking.

Kedua, tingkatkan daya saing ASEAN untuk jangka panjang. “Inovasi yang kompetitif, ekonomi digital, dan ekonomi hijau adalah masa depan ASEAN,” ungkap Presiden Joko Widodo. Lebih rinci, Presiden Joko Widodo turut menjelaskan bahwa ekonomi digital akan mampu meningkatkan produktivitas dan memperluas akses pasar, sementara ekonomi hijau akan memastikan ASEAN terus tumbuh dan berkelanjutan. “Peluang kedua sektor ini harus segera kita tangkap bersama,” jelas Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo juga menegaskan perlunya memperhatikan sektor UMKM dan sinergi tersebut menjadi sangat krusial. “Kemajuan UMKM sangat berdampak pada ekonomi ASEAN. Lebih dari 90 persen dunia usaha di kawasan adalah UMKM, termasuk Indonesia sendiri yaitu sejumlah 65 juta UMKM,” pungkas Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Ketua Dewan Dunia Usaha ASEAN menyampaikan beberapa poin penting seperti penguatan sistem perdagangan multilateral dan melanjutkan agenda lingkungan, sosial, dan Pemerintah, menjadikan masyarakat ekonomi ASEAN sebagai prioritas nasional di masing-masing negara anggota, implementasi rekomendasi-rekomendasi yang telah disampaikan dan memastikan gagasan-gagasan tersebut dapat diterjemahkan menjadi proyek, serta kolaborasi dengan skema Public-Private Partnership dalam memastikan keberlanjutan pada sektor kesehatan, energi, pariwisata dan pangan.

Sumber: ekon.go.id

Share.