India Konsumsi Sawit Yang Terapkan Standar Berkelanjutan

NEW DELHI, SAWIT INDONESIA – Minyak kelapa sawit dipastikan lebih baik dalam memenuhi sertifikat berkelanjutan dibandingkan minyak nabati lain seperti soya dan rapeseed.

Direktur Eksekutif CPOPC Tan Sri Datuk Dr. Yusof Basiron menjelaskan bahwa negara-negara produsen utama, Indonesia dan Malaysia telah menerapkan skema sertifikasi sawit seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO) untuk memastikan terpenuhinya keberlanjutan dalam industri sawit.

“Sementara itu, tanaman minyak nabati lainnya masih terus belum memenuhi komitmen tersebut, minyak sawit sudah berkontribusi setidaknya pada 11 dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), ” ujar Basiron dalam webinar bertemakan “Meningkatkan pangsa pasar minyak sawit berkelanjutan di India”, Kamis (12 Agustus 2021) yang diselenggarakan Dewan Negara-negara Produsen Minyak Sawit atau Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC).

Pembicara lain dalam webinar ini antara lain Dr. Suresh Motwani, General Manager, Edible Oil, Solidaridad; Bhavna Shah, Country Head, Malaysian Palm Oil Council (MPOC) India, Bangladesh, Nepal and Sri Lanka; dan Dr. M. Fadhil Hasan, Ketua Bidang Luar Negeri, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Dr. Suresh Motwani dari Solidaridad memberikan rekomendasi mengenai penguatan pangsa pasar minyak sawit berkelanjutan, “Kesadaran yang lebih besar akan pentingnya manfaat minyak sawit berkelanjutan di kalangan konsumen bersama dengan intervensi pemerintah baik dari negara produsen maupun konsumen merupakan kunci dalam peran peningkatan minyak sawit berkelanjutan.”. Menyoroti jalan ke depan bagi India untuk tumbuh dalam hal keberlanjutan, Dr. Suresh mengatakan, “India adalah negara pertama yang mengakui ISPO dan MSPO dan menjadi negara yang memiliki skema sertifikasinya sendiri.

Bersama dengan Solvent Extractor’s Association of India (SEA), India Palm Oil Sustainability (IPOS) sudah membuat India memenuhi standar keberlanjutan global. Sebagai negara konsumen terbesar, India harus menciptakan sendiri Standar Keberlanjutan dengan mengambil inspirasi utama dari pedoman ISPO dan MSPO.”

Menekankan keuntungan minyak sawit berkelanjutan, Bhavna Shah dari MPOC mengatakan, “Mengingat adanya keprihatinan akan perubahan iklim global, minyak sawit berkelanjutan adalah satu-satunya solusi, dan mengingat desakan waktu, India memiliki peran penting dalam mendorong praktik berkelanjutan. Pertanian berkelanjutan merupakan strategi dan India perlu membuat model sendiri sebagai jawaban dari tantangan ini. Pengembangan analisa mata rantai berkelanjutan dapat membawa solusi yang menguntungkan bagi petani kecil.”.

Dr. M. Fadhil Hasan dari GAPKI mengatakan, “Sebagai negara importir kedua terbesar di Asia Selatan, pasar India sedang berkembang pesat. Baru-baru ini di india, pajak masuk untuk minyak sawit telah dikurangi, sementara negara-negara produsen telah menurunkan pajak ekspor atas komoditas tersebut. Perkembangan ini mendorong dan menunjukan penggunaan minyak sawit berkelanjutan menjadi lebih tinggi di India.”

Ia kemudian juga mengusulkan gagasan untuk memperkuat kerja sama dengan India, tidak hanya perdagangan tapi juga investasi, riset dan pengembangan, studi dengan pemangku kepentingan utama dan memperkuat kolaborasi dengan praktisi-praktisi lain di bidang minyak sawit.

Wakil Direktur Eksekutif CPOPC Dupito D. Simamora berpendapat bahwa minyak sawit yang diimpor India sepenuhny disertifikasi sementara minyak nabati lain seperti soya dan rapeseed tidak memiliki sertifikasi serupa. Saling pengakuan antara IPOS dan ISPO serta MSPO semakin memperkuat pemenuhan keberlanjutan produk sawit yang diimpor ke India. Sertifikasi nasional yang bersifat wajib seperti ISPO dan MSPO menunjukkan bahwa kedua negara produsen utama sawit meningkatkan pemenuhan keberlanjutan yang tidak dimiliki minyak nabati lainnya.

”Sebagai negara produsen sawit dan juga rapeseed, sangat tepat apabila India berkontribusi bagi pembentukan standar keberlanjutan untuk semua minyak nabati bersama negara-negara utama penghasil minyak nabati lainnya.” kata Dupito

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like