Iklim Investasi Indonesia Dipandang Semakin Kompetitif oleh Pengusaha Amerika Utara

 Kementerian Luar Negeri telah menyelenggarakan Seminar Virtual bertajuk “Invest in Indonesia: Opportunities in Asia’s Economic Powerhouse” ke-2, hari Kamis, 3 Juni 2021 yang didukung oleh seluruh Perwakilan RI di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Peluncuran UU Cipta Kerja atau yang dikenal dengan Omnibus Law oleh Pemerintah untuk mendorong masuknya investasi ke Indonesia dipandang sebagai “game changer” oleh perwakilan pelaku bisnis dari kawasan Amerika Utara.

Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar memperjelas komitmen Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Peluncuran UU Cipta Kerja (Omnibus Law) juga dikawal dengan pembentukan dua satuan tugas, yang masing-masing berfungsi untuk sosialisasi dan untuk memastikan implementasi UU Ciptaker sesuai dengan tujuannya, yaitu memperbaiki iklim bisnis di Indonesia.

Dalam panel interaktif yang dipandu oleh Vikram Nehru, dari John Hopkins University/Advisor dari ASEAN Business Partners, perwakilan para pengusaha Amerika Utara membahas persepsi pengusaha asing terkait berbagai perubahan yang ada di Indonesia guna menarik investor. Indonesia dipandang sebagai mitra strategis bagi kawasan Amerika Utara.

Menteri Keuangan membuka Webinar dengan menyampaikan bahwa Indonesia “managing fiscal policy as well as recovering economy in very careful and prudent way” melalui berbagai berbagai program pengendalian pandemi covid-19 termasuk pemberian vaksin serta kebijakan fiskal termasuk bantuan pemerintah kepada UMKM, tax relief dan relaksasi kredit serta perbaikan iklim investasi dalam rangka mencapai target pertumbuhan tahun ini sebesar 4,5%-5,3%.

Para panelis mengakui berbagai potensi Indonesia yaitu, populasi yang besar, sumber daya alam, SDM yang kompetitif dan kreatif menjadikan Indonesia ideal sebagai destinasi investasi, baik untuk relokasi maupun ekspansi global. Mewakili berbagai sektor utama seperti manufaktur, energi berkelanjutan serta ekonomi digital, panelis apresiasi komitmen pemerintah atas perbaikan tantangan birokrasi yang menghambat investasi, salah satunya melalui UU Cipta Kerja, yang akan meningkatkan stabilitasdanprediktabilitas bagi para investor. Selain itu, Indonesia juga diharapkan dapat lebih membuka akses pasar melalui perjanjian kerja sama perdagangan guna lebih menarik para pelaku bisnis global berinvestasi ke Indonesia.

Mewakili Pemerintah Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar menyampaikan berbagai kebijakan dan insentif dalam menarik investasi.

Transformasi dan reformasi proses investasi di Indonesia dilaksanakan melalui penetapan dan pelaksanaan Undang-Undang Cipta Kerja serta pemberian insentif bagi investor di sektor-sektor prioritas dan strategis. Simplifikasi dan percepatan proses pemberian izin yang dilaksanakan secara efektif dan transparan dengan menggunakan teknologi terkini, diharapkan mampu menarik pengusaha Amerika Utara untuk menanamkan modal di Indonesia.

Selain UU Cipta Kerja, pemerintah juga memberikan alternatif instrument investasi melalui Sovereign Wealth Fund Indonesia (SWFI) yang dikelola Indonesia Investment Authority (INA). Didorong pula investasi di sektor lingkungan, termasuk green bonds maupun energi baru/terbarukan untuk bersama-sama mengatasi perubahan iklim, yang kesemuanya dilaksanakan dengan tata kelola yang baik untuk memberikan kepastian bagi investor. Menteri Keuangan mengajak peserta webinar untuk berinvestasi di Indonesia dan sampaikan “No investment is small because all investment are important for Indonesia”

 Lebih dari 450 pengusaha dari kawasan Amerika Utara maupun berbagai belahan dunia lainnya mengikuti webinar ini dengan penuh antusias hingga akhir acara. Sebelumnya, Webinar Indonesia is Open for Business (IOFB) seri pertama telah diselenggarakan pada tanggal 25 Februari 2021, untuk para pengusaha di kawasan Eropa.

Webinar IOFB seri ke-2 ditutup oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa yang sampaikan kesiapan Indonesia dalam menerima lebih banyak investor asing, memanfaatkan momentum peralihan rantai pasok global akibat persaingan major economics dan pasca pandemi Covid-19. Disebutkan bahwa “Indonesia telah membuktikan ketahanan ekonominya di masa pandemi. Didukung oleh stabilitas politik, sumber daya yang luas serta lokasi strategis di kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat , Indonesia siap menerima investor dan pelaku bisnis”. 

Sumber: kemlu.go.id

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like