Hingga Februari 2019, BPDP-KS Salurkan Rp 170,09 Miliar Untuk Replanting Petani

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit telah merealisasikan dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebesar Rp 170,09 miliar. Herdrajat Natawijaya, Direktur BPDP-KS, mengatakan program peremajaan sawit rakyat terus dilanjutkan karena petani swadaya dan plasma menguasai hampir separuh perkebunan kelapa sawit Indonesia. Para petani hadir di setiap pulau di Indonesia mulai dari Sumatera, Kalimantan bahkan sampai  wilayah timur Indonesia antara lain Sulawesi, Maluku dan Papua.

“Dana peremajaan sawit rakyat yang dikucurkan Rp 179 miliar hingga Februari tahun ini. Dana yang dipakai untuk meremajakan 6.875 hektar,” kata Herdrajat saat berbicara di Borneo Forum III, pekan lalu di Pontianak, Kalimantan Barat.

Berdasarkan data BPDP-KS, total penyaluran dana PSR periode 2016 – 2018 sebesar Rp395,357 miliar dengan total luasan lahan 15.274 hektar.

Saat ini, BPDP-KS mendorong penyederhanaan penyaluran dana PSR pada 2019. Antara lain pengajuan usulan PSR menggunakan aplikasi PSR online, menunjuk  lembaga surveyor, penyaluran dana PSR tanpa menunggu dana pendamping.

Adapula penyederhanaan proses verifikasi. Dijelaskan Herdrajat, untuk mempercepat proses verifikasi pada tingkatan kabupaten dan Ditjen Perkebunan. Terkait penggunaan aplikasi online bertujuan meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam hal mendata pekebun mengikuti program PSR secara masif.

Terkait Kemitraan, menurut Herdrajat, dalam pelaksanaan program PSR perlu menyertakan perusahaan sawit BUMN/Swasta yang berpotensi untuk mendukung pekebun, baik sebagai offtaker dan avalis.

Selain itu, dibentuk tim koordinasi percepatan sawit rakyat. Menurut Herdrajat, pelaksanaan percepatan program PSR berada di bawah koordinasi tim percepatan sawit rakyat yang beranggotakan dari berbagai institusi terkait.

Pada akhir tahun lalu, Presiden Joko Widodo meminta peremajaan kebun kelapa sawit dipercepat. Dirinya menegaskan tidak ingin melihat atau mendengar prosedur yang diperlukan para petani kelapa sawit terlalu berbelit-belit.

“Cek prosedurnya betul. Kalau terlalu banyak, coret semua. Satu saja cukup prosedur itu. Yang penting sampai ke petani, yang penting juga peremajaan itu bisa segera dilaksanakan. Karena kita ingin dengan peremajaan sawit ini kesejahteraan petani kebun sawit rakyat bisa kita tingkatkan,” ujar Jokowi.

7 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like