JAMBI,- Potensi perkebunan kelapa sawit di Jambi sejak tahun 2021 mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun sebelumnya, hal ini karena Jambi merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya dengan potensi sumber daya alam perkebunan kelapa sawit, serta didukung oleh seluruh sektor salah induustri minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oli (CPO), yang dapat dijadikan produk dalam bidang industri dan juga kosmetik. Namun, olahan kelapa sawit masih sebatas CPO pada umumnya.

CPO dikenal sebagai minyak sawit mentah dengan ciri berwarna merah karena kandungan beta karoten yang tinggi. Asam lemak yang terkandung pada minyak sawit mentah sebagian besar adalah asam lemak jenuh, yaitu asam palmitat 32-59%. Sedangkan minyak sawit murni mengandung asam linoleat sebesar 5-11% yang berfungsi sebagai pelembab (emolien) pada kulit.

Berdasarkan potensi yang dimiliki oleh minyak sawit tersebut, maka Uce Lestari, S.Farm., M.Farm. Apt., dosen Prodi Farmasi FKIK UNJA, bidang keilmuan Farmasi Klinik dan Teknologi Farmasi khususnya Kosmetika, meneliti dan membuat ketersediaan kosmetik berupa lotion sebagai emolien pada kulit dengan konsentrasi 5% minyak sawit mentah dan 15% minyak sawit murni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas ketersediaan lotion sebagai emolien dari minyak sawit murni dan minyak sawit mentah dengan basis minyak dalam air.

Data yang dihasilkan secara deskriptif menyatakan bahwa dari 10 orang panelis yang masing-masingnya diuji kelembaban kulitnya sebelum dan sesudah penggunaan lotion menggunakan alat skin analyzer, dihasilkan bahwa lotion minyak sawit mentah dengan konsentrasi 5% dan lotion minyak sawit murni dengan konsentrasi 15%, memiliki kadar air melebihi 50% dengan kategori kulit lemba. Perbedaan ini berasal dari perbedaan kandungan asam lemak jenuh yang dikandung oleh minyak sawit tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, Uce mendapati potensi minyak sawit mentah (CPO) dapat diolah menjadi lotion sebagai emolien atau pelembab kulit yang lebih baik efektifitasnya dibandingkan lotion minyak sawit murni. Hal ini disebakan karena lotion CPO mempunyai sifat sangat mudah diabsorbsi kulit dan kandungan asam palmitat dalam minyak sawit mentah sangat tinggi sebagai pelembab kulit,  sehinga kulit menjadi lembab, lembut, halus, dan cerah.

“Dari hasil penelitian ini, saya ingin sekali meningkatkan nilai tambah dari minyak sawit mentah/Crude Palm Oil (CPO) yang banyak dihasilkan oleh pabrik-pabrik minyak kelapa sawit yang berada disekitar wilayah Provinsi Jambi, menjadi suatu bentuk inovasi produk tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya di wilayah Provinsi Jambi. Salah satunya bentuk kosmetik lotion pelembab kulit dari bahan baku minyak sawit mentah. Dengan adanya lotion alami pelembab kulit berbahan dasar dari minyak sawit mentah, dapat menjadi produk unggulan Universitas Jambi yang dapat segera dikomersilkan. Saat ini Palme Lotion telah memiliki Hak Cipta Merek Dagang dan sedang pengajuan Hak Paten Sederhana,” jelas Uce Lestari.

Sumber: unja.ac.id

Share.