Halo Petani Riau, PTPN V Pasarkan 1,1 Juta Bibit Unggul PPKS

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – PT Perkebunan Nusantara V membantu petani untuk mendapatkan bibit unggul bersertifikat. Pada tahun ini, BUMN Perkebunan yang berlokasi di Riau ini akan menjual 1,1 juta bibit sawit unggul melalui aplikasi di gadget android. Aplikasi ini  bernama ‘Sawit Rakyat Online’ yang dapat diunduh di Play Store.

“Untuk memudahkan masyarakat, kami siapkan aplikasi Sawit Rakyat Online. Dari total 1,5 juta bibit yang kita siapkan, tahun ini kita targetkan 1,1 juta bibit terjual kepada petani, baik petani plasma maupun petani sawit swadaya melalui aplikasi tersebut,” kata CEO PTPN V Jatmiko K. Santosa dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Selasa (16/2/21).

Ada dua  varietas bibit unggul siap jual yaitu PPKS 540 serta PPKS Simalungun. Bibit itu tersedia di lima sentra pembibitan PTPN V diantaranya Air Molek, Tandun, Sei Rokan, Lubuk Dalam, dan Tanah Putih. Harga jual bibit sebesar Rp 44.000/bibit.

“Kalau mau beli bibit, siapapun petaninya harganya sama di seluruh sentra yakni Rp44.000 per bibit siap tanam. Tinggal pilih lokasi kita yang terdekat dengan pembeli,” sebut Jatmiko lagi.

Alasan penjualan bibit, kata Jatmiko, menjadi perhatian perusahaan perkebunan milik negara karena banyak persoalan bibit ilegitim (palsu) di perkebunan petani.

Survey Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menyebutkan para petani sawit masih kerap terjebak dengan keberadaan bibit sawit palsu. Ada sejumlah alasan yang membuat mereka terjebak, diantaranya 37 persen menjadi korban penipuan, 14 persen tergiur harga murah, 20 persen tidak mengetahui cara membeli benih yang legal.

Selain itu, 12 persen di antara petani terjebak penggunaan bibit palsu karena rumitnya persyaratan yang harus dipenuhi, 10 persen tidak mengetahui lokasi pembelian benih legal, serta 4 persen petani menyatakan akibat jarak tempuh dari lahan sawit ke produsen benih legal yang cukup jauh.

“Guna mengatasi kendala-kendala itu, sejak awal 2021 dan untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan berdiri, kita putuskan melepas bibit unggul yang selama ini hanya dipergunakan di kebun inti dan kebun plasma perusahaan, untuk juga dijual secara online kepada petani swadaya non plasma,” urai Jatmiko sambil mengutarakan bahwa dari aplikasi tersebut, petani atau calon petani dapat melihat langsung jenis bibit yang tersedia di masing-masing sentra pembibitan perusahaan.

Jatmiko meyakinkan bahwa Aplikasi Sawit Rakyat Online yang dibuat oleh tim IT internal perusahaan dirancang untuk mudah di akses dan dipergunakan oleh petani ataupun calon petani kelapa sawit.

“Untuk daftarnya tidak perlu email (surat elektronik). Cukup nomer telpon. Kita rancang mudah dan sesederhana mungkin dalam penggunaannya,” ujarnya.

Selain kemudahan akses dan harga bibit yang kompetitif serta seragam, dalam aplikasi Sawit Rakyat Online juga menyediakan beragam informasi. Sejumlah fitur yang tersedia memudahkan petani  untuk mencari tahu tentang bagaimana budi daya sawit yang baik dan lestari, info profil kebun-kebun plasma perusahaan, hingga ketersediaan fitur tanya jawab yang memberikan kesempatan petani atau calon petani sawit untuk melakukan chat atau percakapan dengan ahli perkebunan dari PTPN V.

“Keberadaan aplikasi ini sejatinya menjadi pelengkap atas berbagai upaya kami dalam menguatkan masyarakat khususnya para petani sawit yang telah dan akan menjalin kerjasama dengan perusahaan, termasuk petani swadaya. Harapannya, kami dapat mendukung program pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas, dimulai dari bibit yang jelas dan berkapasitas,” urai Jatmiko.

 

 

 

 

3 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like