Gelar PERISAI 2021, BPDKS Promosikan 13 Penelitian Sawit

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kembali menyelenggarakan Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai) yang mempertemukan para peneliti di bidang kelapa sawit dengan pelaku usaha nasional yang digelar secara online melalui forum Webinar.

Acara ini mengusung tema “Sustaining Resilience of Oil Palm Industry amidst Covid-19 Pandemic”. Hadir sebagai pembicara utama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengupas mengenai Kontribusi Kelapa Sawit Berkelanjutan dalam Mendukung Perekonomian Nasional Memasuki Masa Norma Baru.

Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa tujuan utama dari pelaksanaan pekan riset sawit Indonesia (Perisai) mendorong riset-riset sawit yang telah didanai oleh BPDPKS dapat lebih cepat dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan kelapa sawit.

Hadir juga sebagai pembicara Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Laksana Tri Handoko yang memaparkan tentang “Tatanan Baru Riset dan Inovasi Nasional” dan Plt. Ketua Umum DMSI Sahat Sinaga yang memaparkan tentang “Kebutuhan Litbang untuk Menjawab Tantangan Industri Kelapa Sawit”

Dalam acara yang digelar pada 17 – 18 November 2021 ini, sebanyak 13 peneliti akan memaparkan hasil penelitian dan pengembangan mereka terkait kelapa sawit.

Riset mencakup sejumlah bidang antara lain budidaya/lahan/tanah, biomaterial, bioenergi, pangan/kesehatan, lingkungan, pengolahan limbah, dan sosial ekonomi/manajemen/ICT.

“Penelitian dan pengembangan/riset sangat dibutuhkan dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi oleh industri sawit, dari hulu sampai dengan hilir, sehingga dapat berdampak langsung untuk pengembangan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan maupun sebagai bahan/rekomendasi pengambil kebijakan dan melawan kampanye hitam terhadap sawit berdasarkan data dan fakta yang obyektif,” tegas Eddy dalam keterangan tertulis.

Sejak berdiri tahun 2015 hingga saat ini, BPDPKS telah melaksanakan pendanaan program penelitian dan pengembangan yang bekerja sama dengan 69 Lembaga Litbang baik dari intansi Pemerintah, Perguruan Tinggi maupun Non Perguruan Tinggi, 840 Peneliti Senior, serta 346 Mahasiswa. Dari program tersebut telah ditetapkan 232 kontrak kegiatan penelitian dan pengembangan sawit, yang menghasilkan sekitar 201 publikasi ilmiah nasional dan internasional, 42 paten terdaftar dan penerbitan 6 buku.

Eddy menjelaskan bahwa penelitian dan pengembangan/riset sangat dibutuhkan dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi oleh industri sawit, dari hulu sampai dengan hilir.


Eddy Abdurrachman menyatakan BPDPKS berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi dan dukungan dana penelitian dalam rangka mendukung program bioavtur.

Program penelitian dan pengembangan perkebunan kelapa sawit dari aspek hulu hingga hilir yang dikembangkan BPDPKS merupakan salah satu upaya BPDPKS untuk melakukan penguatan, pengembangan dan peningkatan pemberdayaan perkebunan dan industri kelapa sawit nasional yang saling bersinergi di sektor hulu dan hilir agar terwujud perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Dari kegiatan litbang tersebut, berdasarkan penilaian dari Asosiasi Inventor Indonesia, terdapat 13 teknologi hasil litbang yang prospektif untuk komersialisasi yaitu:

Drone untuk Monitoring Ganoderma dengan ketua Peneliti Dhimas Wiratmoko, M.Sc – PPKS;
Produksi CNCs dari TKKS untuk Hand Sanitizer dan Farmasi dengan ketua Peneliti Yogi Wibisono Budhi – ITB;
Bioplastik Dari Selulosa TKKS dengan ketua Peneliti Isroi – PPBBI/MAKSI;
Foaming Agent Dari Minyak Sawit Untuk Pemadam Kebakaran dengan ketua Peneliti Mira Rivai – SBRC IPBU;
Stabiliser Termal PVC dari PFAD dengan ketua Peneliti I Dewa Gede Arsa Putrawan – ITB;
Produksi Furfural Berbasis TKkS dengan ketua Peneliti Misri Gozan – UI;
Pabrik Kayu Sawit Dengan Teknologi Sandwich Laminated Lumber dengan ketua Peneliti Erwinsyah – PPKS;
Produksi Pati-gula Dari Batang Pohon Sawit dengan ketua Peneliti Agus Eko Tjahjono – BPPT;
Sabun Kalsium dari PFAD untuk Produksi Susu Sapi dengan ketua Peneliti Lienda A. Handojo – ITB;
Produksi MDAG dari Minyak Sawit dengan ketua Peneliti Didah Nur Faridah – IPBU;
Ketahanan Kelapa Sawit terhadap Cekaman Kekeringan melalui Aplikasi Bio-Silika dengan ketua Peneliti Laksmita Prima Santi – PPBBI;
Alat Pengukur Kematangan TBS di Lapang dengan ketua Peneliti Dinah Cherie – UNAND;
Alat Grading Otomatis Untuk TBS dengan Fluorescence Imaging Dan Laser Speckle Imaging dengan ketua Peneliti Minarni – UNRI.

Disamping itu juga ada beberapa riset yang telah dimanfaatkan secara komersial, antara lain:

Pengembangan Surfaktan MES bekerjasama PT Petrokimia Gresik dengan SBRC LPPM IPB;
Pengembangan Bahan baku Biokomposit untuk Helm, Kerjasama PT Interstisi Material Maju dengan LPPM IPB;
Pengembangan Pemanfaatan PFAD sebagai Bahan Baku Stabilizer Pipa PVC, Kerjasama PT Timah Industri di Krakatau Industrial Estate dengan LPPM IPB;
Pengembangan Tandan Kosong Menjadi Glukosa oleh Balai Besar Indutri Agro;
Pengembangan Industrial Vegetable Oil (IVO) Kerja sama Pemda Muba dengan LPIK ITB dan PT. Kemurgi Indonesia.

“Kegiatan Pekan Riset Sawit tahun 2021 ini, diharapkan dapat menjadi sarana mempertemukan Peneliti dengan para pelaku pemangku kepentingan di industri sawit termasuk pemerintah sebagai pengambil kebijakan, serta media yang dapat berlanjut dengan business matching antara peneliti dengan stakeholder industri sawit,” pungkas Eddy.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like