GAPKI Minta Anggotanya Siaga Kebakaran Lahan

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Kalangan pelaku sawit terus mewaspadai puncak musim kemarau yang diperkirakan mulai berlangsung bulan Agustus mendatang. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) telah mengirimkan himbauan kepada anggotanya untuk mengantisipasi dan bersiap siaga atas kebakaran lahan dan hutan.

“Kami telah menyarankan kepada seluruh anggota melalui para cabang untuk siaga (kebakaran lahan),” ujar Kanya Laksmi Sidharta, Sekjen GAPKI.

Dalam himbauan ini disertakan pula data perkiraan cuaca di setiap daerah di Indonesia berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dikatakan Kanya Lakshmi Sidarta bahwa anggota GAPKI di sejumlah provinsi telah melakukan gelar apel siaga dalam rangka pencegahan serta antisipasi api. Masing-masing anggota saling berbagi informasi agar kebakaran lahan dan hutan dapat dicegah. Saat ini, jumlah anggota GAPKI tersebar di 13 provinsi di seluruh Indonesia.

Sekjen GAPKI meminta perusahaan anggota GAPKI supaya waspada kebakaran lahan di perkebunan masing-masing.

Pelaksana Tugas Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B. Panjaitan, dalam kesempatan terpisah menyampaikan Koordinasi yang kuat dengan para pihak menjadi kunci keberhasilan penanganan karhutla, baik koordinasi di tingkat pusat maupun di daerah.

“Oleh karena itu sebagai bentuk koordinasi, KLHK senantiasa berpartisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi yang diselenggarakan oleh kementerian/instansi lain, baik oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)” ujarnya.

Dalam arahannya, Raffles menjelaskan bahwa untuk meningkatkan upaya pengendalian karhutla di Indonesia, pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2015 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Selain itu Presiden juga secara rutin memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional yang diselenggarakan tiga tahun berturut-turut sejak 2016 hingga 2018.

Berdasarkan data KLHK, perbandingan total jumlah hotspot tahun 2018 dan 2019 periode tanggal 1 Januari – 10 Juli sebagai berikut:

a. Satelit NOAA: 583 titik. Pada periode yang sama di tahun 2018 jumlah hotspot sebanyak 714 titik yang berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 131 titik (18,35%).


b. Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level 80%: 1.571 titik. Pada periode yang sama di tahun 2018 jumlah hotspot sebanyak 782 titik yang berarti terdapat kenaikan jumlah hotspot sebanyak 789 titik (100,90%).

11 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like