JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Masifnya penyebaran pandemi Corona atau Covid-19 di Indonesia, diperlukan langkah yang tepat untuk melawan serta memutus rantai penyebarannya. Pasalnya, dampak dari Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh masyarakat melainkan para pelaku usaha, tak terkecuali pelaku usaha di sektor industri sawit.

Untuk itu, sejalan dengan himbauan dari pemerintah protokol penanganan Covid-19, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) juga memperlakukan hal yang sama. Dan, mengajak semua pengurus pusat, cabang dan perkebunan kelapa sawit anggota GAPKI untuk pro-aktif melakukan upaya pencegahan virus yang mematikan.

Berikut, enam kebijakan yang termuat dalam protokol GAPKI untuk pencegahan Covid-19 di perkebunan sawit antara lain pemeriksaan kesehatan dan kebersihan lingkungan, perketat lalu lintas orang di pintu masuk, hindari/kurangi briefing, Apel dan sejenisnya, sediakan tempat cuci tang di semua pintu masuk, didirikan posko Covid-19, mudik lebaran.

Selain menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang menjadi himbauan GAPKI Pusat, perusahaan-perusahaan sawit yang tergabung di GAPKI cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) juga mendukung program ketahanan pangan yang digencarkan pemerintah. Hal tersebut diutarakan Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Dwi Dharmawan, saat konferensi pers Online, pada Selasa (12 Mei 2020).

Menurut Dwi, antisipasi dan upaya pencegahan dampak Covid-19 juga diterapkan secara ketat. Protokol operasional yang telah disusun GAPKI Pusat pun sudah disosialisasikan ke anggota-anggota dan diterapkan dengan disiplin penuh. Di Kalteng ada 170 perusahaan perkebunan kelapa sawit, dan 105 diantaranya tergabung dalam GAPKI Kalteng.

“Kami juga menghimbau kepada seluruh Anggota GAPKI Kalteng agar memperketat protokol pencegahan Covid-19,” tegas Dwi.

Selain mendukung pemerintah mencegah penyebaran Covid-19, GAPKI Cabang Kalimantan Tengah juga mendukung ketahanan pangan di wilayah Kalimantan Tengah. Pihaknya mendukung program tersebut dengan memberikan bantuan bibit kepada masyarakat,” kata Dwi.

Pemberian bibit tanaman sayuran dan buah-buahan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. “Pemberian bibit sudah menjadi kegiatan perusahaan jauh sebelum pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. Di tengah wabah, bantuan seperti ini terasa makin signifikan untuk mengantisipasi dampak Covid-19, apalagi jika pandemi global ini berlangsung lebih lama dari waktu yang telah diperkirakan,” pungkas Dwi.

Tidak hanya mendukung mendukung ketahanan pangan masyarakat, perusahaan kelapa sawit juga bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 dan Pemerintah Daerah (Pemda). Misalnya, dalam bentuk kerja sama dan pemberian bantuan, baik berupa bahan makanan maupun alat pelindung diri (APD).

 

 

Share.

Comments are closed.