GAPKI dan IPB Sepakati Kerjasama Pengembangan Sawit Berkelanjutan

BOGOR, SAWIT INDONESIA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) menyepakati kerjasama dalam pengembangan perkebunan dan industri sawit berkelanjutan untuk menangkal isu negatif dari dalam dan luar negeri,  peningkatan produksi melalui penerapan teknologi, serta pengembangan produk turunan minyak sawit.

Hal ini disepakati dalam Nota kesepahaman kedua lembaga yang ditandatangani oleh Joko Supriyono, Ketua Umum GAPKI dan Dr. Arif Satria, SP, M.Si Rektor Institut Pertanian Bogor, di Gedung Andi Hakim Nasoetion, Bogor, Selasa (10 September 2019). Hadir dalam pertemuan ini antara lain Kanya Lakshmi (Sekjen GAPKI), Mukti Sardjono (Direktur Eksekutif GAPKI), Bandung Sahari, dan Manumpak Manurung (Pengurus GAPKI). Dari pihak IPB, hadir pula Dr. Ir. Suwardi, M.Agr. (Dekan Fakultas Pertanian IPB), Dr. Ir. Basuki Sumawinata, M.Agr (Dosen IPB).

“Kerjasama ini menjadi penting untuk menghadapi isu sawit di tingkat nasional dan internasional. Begitupula mengoptimalkan penggunaan teknologi. Dalam pandangan saya, IPB memiliki kompetensi di bidang tersebut terutama dari sisi on farm (hulu) selanjutnya Best Management Practices sampai kepada processing (pengolahan),” ujar Arif Satria.

Arif Satria menjelaskan bahwa teknologi sudah berkembang sedemikian maju yang menjadi perhatian peneliti IPB termasuk mahasiswa S-1 yang tertarik untuk meneliti kelapa sawit. Teknologi menjadi penting dalam peningkatan produksi seperti aplikasi pupuk yang cermat. Saat ini, IPB sedang mengembangkan sistem pemupukan bernama Precipalm.  Teknologi ini memberikan rekomendasi pemupukan NPK pada tanaman kelapa sawit lewat citra daun. Dengan pemodelan matematis yang memanfaatkan band warna pada citra satelit, industri sawit dapat mengetahui tingkat kesuburan tanah dan tanaman.  Dampak positifnya, biaya pemupukan dapat dihemat antara 10%-15%.

“IPB mempunyai banyak inovasi dan saya kumpulkan ahli teknologi sawit dari hulu sampai hilir. Lalu kami buat mapping. Agar teknologi di kampus ini dapat diaplikasikan di lapangan. Disinilah, perlunya kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dengan GAPKI  untuk membangun kekuatan riset dan penelitian,” ujarnya.

Dalam aspek ramah lingkungan, dijelaskan Arif Satria, pelaku usaha dapat membantu produk helm berbahan limbah sawit yang dikembangkan peneliti IPB. Melalui produk ini dapat mendukung kampanye positif untuk menghadapi isu negatif. “Helm ini akan dikerjasamakan dengan Gojek (red- perusahaan teknologi jasa transportasi). Kalau jadi, pengemudi Gojek pakai green helm. Ini menjadi kampanye luar biasa untuk sawit ramah lingkungan,” ungkapnya.

Kerjasama GAPKI dan IPB semakin memperkuat keberlanjutan industri sawit di Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Joko Supriyono mengapresiasi kerjasama GAPKI dengan IPB karena semakin memperkuat keberlanjutan industri sawit di Indonesia. Momen ini, menurutnya, sangat dinantikan karena hubungan dengan peneliti IPB sudah terjalin semenjak lama melalui berbagai ragam studi.

“Saya kagum dengan Pak Rektor yang sangat fasih berbicara sawit. Ini sangat luar biasa. Harapan kami bahwa IPB dapat menjadi host dari berbagai riset sawit yang dikembangkan penelitinya,” ujar Joko.

Joko menyebutkan GAPKI selama ini mendapatkan dukungan penuh peneliti IPB untuk menghadapi tekanan di industri kelapa sawit. Sebab menangkal isu negatif perlu kajian ilmiah melalui data sahih dari hasil penelitian.

Rencana lain adalah  GAPKI mendukung berdirinya Pusat Studi Sawit yang diinisiasi IPB. Lembaga ini akan berperan dalam kajian ilmiah unutk mencari solusi berbagai permasalahan peningkatan produksi, perbaikan lingkungan, kesehatan, hak asasi manusia, perdagangan internasional, dan isu strategis lain.

“Sebagai produsen dan eksportir sawit terbesar dunia, Indonesia membutuhkan pusat studi sawit. Saatnya, kita mempunyai lembaga ini sebagai tempat mencari, belajar, dan meneliti sawit. Alhasil, kerjasama antara dunia usaha dengan dunia penelitian  semakin erat dan kuat yang berdampak positif bagi industri sawit,” pungkas Joko.

11 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like