JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Jumat pagi di sela menghadiri IPOC di Bali, redaksi Majalah SAWIT INDONESIA berkesempatan bertemu dan melakukan wawancara dengan Dr. Purwadi sebagai inisiator Forum Sawit Indonesia yang akan diadakan pada 29-30 November 2022 di Grha Instiper Yogyakarta.

Forum Sawit Indonesia 2022 dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari yang akan menjadi forum diskusi dan ruang pemikiran pemangku kepentingan kelapa sawit nasional dalam rangka menuju Sawit Indonesia 2045.

Berikut ini petikan wawancara kami dengan Dr. Purwadi:

Q: Selamat Pagi Pak Purwadi, bagaimana persiapan Forum Sawit Indonesia yang akan diadakan pada 29-30 November 2022?

P: Saat ini tinggal 3 minggu lagi. Dapat dipastikan persiapan sudah delapan puluh persen, tinggal menunggu beberapa kepastian yang memang biasanya baru beberapa minggu dapat dipastikan.

Q: Bisa dijelaskan apa yang menjadi tujuan penyelenggaraan FoSI 2022?

P: Merupakan forum diskusi, diseminasi dan sosialisasi bagi stakeholder dan insan perkelapasawitan Indonesia terkait dengan kebijakan-kebijakan yang telah dan sedang berjalan dalam upaya membangun keberlanjutan kelapa sawit Indonesia menuju Indonesia emas 2045.

Q: Bagaimana dengan dukungan stakeholder, terhadap penyelenggara Forum Sawit Indonesia?

P: FoSI 2022 ini diselenggarakan oleh Pusat Sains Kelapa Sawit (PSKS-INSTIPER), bersama mitra asosiasi-asosiasi perkelapa-sawitan dan kelembagaan pendukung lainnya. PSKS INSTIPER bersama BPDP-KS, DMSI, GAPKI, APKASINDO, GIMNI, APROBI, APOLIN, AIMNI, MAKSI, dengan dukungan dan perusahaan-perusahaan di bidang perkelapasawitan.

Sebagai pengarah para senior begawan Sawit: Pak Soedjai, Prof. Agus Pakpahan, Pak Bayu Krisnamurthi, Pak Achmad Manggabarani, Pak Sahat Sinaga, Pak Daud Dharsono, Pak Joko Supriono, Pak Paulus Tjakrawan, Pak Gunawan Siregar, Pak Gulat Manurung, Pak Harsawardana. Jadi forum ini adalah forum orang-orang hebat dan memiliki rekam jejak gagasan yang telah teruji di bidang perkelapasawitan.

Q: FoSI 2022 merupakan kegiatan baru di perkelapasawitan, apa sebenarnya yang menjadi output kegiatan ini?

P: Pada tahun 2022 ini untuk pertama kalinya akan melakukan diskusi kritis terkait kebijakan-kebijakan perkelapa sawitan dengan dengan tema “Sawit Indonesia Menuju 2045”.

FoSi akan mengambil peran (positioning) sebagai forum diskusi antar stakeholder perkelapasawitan, melakukan kajian kebijakan saat ini, implementasi kebijakan dan mengusulkan kebijakan baru jika memang dibutuhkan.

Q: Kalau latar belakang pemikirannya seperti apa?

P: Sejarah perkebunan menunjukkan bahwa masa depan suatu komoditas tidak dapat menjamin dirinya sendiri untuk mencapai kemajuan dan keberlanjutannya. Fakta menunjukkan bahwa telah terjadi pasang-surut komoditas perkebunan yang sekarang menjadi bagian sejarah pada masa lalu saja. Misalnya, kejayaan rempah-rempah berakhir pada masa 1700-an, kejayaan kopi berakhir pada 1800-an akhir, kejayaan gula berakhir pada 1930-an, dan kejayaan karet berakhir pada 1960-an. Fakta ini menunjukkan bahwa kejayaan kelapa sawit pun tidak dengan sendirinya akan terjamin terwujud selamanya apabila tidak dibangun fondasi, mekanisme atau proses yang sistematik untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik secara berkelanjutan

Q: Bagaimana untuk mempertahankan kelapa sawit ?

P : Pembangunan kelapa sawit dan industrinya membutuhkan dukungan kebijakan agar memiliki daya saing jangka panjang. Namun demikian paling tidak terdapat 5 hal yang perlu menjadi fokus perhatian yaitu: Kebijakan Nasional, Regional dan lokal; Kebijakan sumberdaya manusia, sumberdaya alam dan lingkungan hidup; Kebijakan dalam inovasi, riset dan pengembangan; Kebijakan investasi dan bisnis; Kebijakan menghadapi dunia global. Kelima kebijakan di atas menjadi fondasi membangun daya saing kelapa sawit dan industrinya. Dengan demikian kita membutuhkan pemetaan kebijakan-kebijakan yang di keluarkan pemerintah, efektifitas dalam implemetasi kebijakan serta pemikiran kebijakan baru untuk menghadapai tantangan dalam geopolitik eknomi perkelasawitan global, nasional, maupun lokal.

Q: Bagaimana pemikiran diskusi ini dibangun dalam menyelesaikan tantangan perkelapasawitan ke depan atau dalam membangun daya saing ?

P: Daya saing sistem industri harus dipandang sebagai sistem proses industri ‘end to end’, dengan hasil akhir harga pokok yang kompetitif di pasar global. Efisiensi hanya bisa tercipta apabila ada sinergitas antara sub sistem industri di hulu sampai hilir, dimana setiap sub sistem dalam rantai pasok (supply chain) dapat menyelenggarakan sistem produksi dengan keuntungan normal berkeadilan. Membangun keberlanjutan sawit perlu diupayakan oleh semua stakeholder sepanjang rantai pasok (value chain) dalam sistem industri dan stakeholder pendukung (eksternal).

Pada forum diskusi ini akan melakukan pemetaan kebijakan terkait geopolitik komoditas minyak nabati (sawit) di dunia, geoplolitik nasional-lokal; pemetaan integrasi sinergitas dan pembagian nilai (value) disepanjang dan setiap rantai pasok; pemetaan kebijakan tantangan isu-isu lingkungan, HAM, kesejahteraan (petani dan masyarakat), perubahaan iklim, konservasi energi (terbarukan dan listrik). Selanjutnya akan di sintesia dalam sebuah rekomendasi untuk pembangunan sawit Indonesia menuju 2045.

Q: Siapa yang akan diundang dalam FoSI?

P: FoSI 2022, akan mengundang peserta (invitation) sebanyak 100 Peserta Insan Sawit yang telah, sedang dan akan berkontribusi besar dalam pembangunan perkelapasawitan Indonesia. Selain itu FoSI juga memberikan kesempatan peserta tambahan sebanyak 100-150 peserta (berbayar), serta undangan (peserta) online dengan target 500 peserta.

Q: Apa sebenarnya tujuan dan target FoSI ini?

P: Untuk memetakan, mengkaji dan memikirkan kebijakan dalam pengembangan kelapa sawit untuk kemitraan sinergis dalam “semangat bergotong royong” oleh semua pelaku sepanjang rantai pasok untuk membangun daya saing dan keberlanjutan sistem industri kelapa sawit indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Sosialiasasi dan promosi program pengembangan Sawit Indonesia Menuju 2045 bagi seluruh pemangku kepentingan. Sedangkan target dari Forum ini adalah memberikan masukan kebijakan membangun daya saing dan keberlanjutan perkebunan dan industri kelapa-sawit menuju Sawit Indonesia 2045.

Q: Event ini sangat strategis lalu siapa saja yang akan menjadi narasumbernya?

P: Untuk pembicara  yang membawakan pidato kunci berkaitan Kajian Kebijakan Pembangunan Kelapa Sawit 2045: Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian RI ; Dirjen Perkebunan Kementan RI; Dirjen Industri Agro Kemenperin RI; Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI; Dirjen Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM RI; Dirjen Planologi&TL KLHK RI: Dirjen Politik Dalam Negeri Kementrian Dalam Negeri RI; Dirjen Kerjasama Multilateral Kemenlu RI dan Dirut BPDPKS.

Adapun narasumber yang kita undang: Agus Pakpahan; Bayu Krisnamurthi, Achmad Manggabarani; J.M Roda (Dir Cirad), Moh A Ghani, Sadino, Petrus Gunarso, Sahat Sinaga, Paulus Tjakrawan, Joko Supriyono, Gulat M M, Harsawardana, Elisa Hambali, dan secara khusus kami undang owner Pak Martias Fangiono.

Q: Adakah kegiatan lain bersamaan dengan FoSI 2022?

P: Ada dua kegiatan tambahan bersamaan FoSI 2022, Yaitu POCOOF (Palm Oil COO Forum), yaitu forum diskusi yang mengundang para COO perkebunan kelapa sawit dan Juga PHCAF (PalmOIL Human Capital Forum) yaitu forum diskusi yang mengundang teman-teman Direktur, GM Human Capital atau HRD. Selain itu juga pameran alat-mesin perkebunan dan Job Fair.

Share.