Emiten Sawit Raup Keuntungan

Perusahaan sawit menikmati kenaikan pendapatan antara 10%-30% lantaran ditopang harga dan produksi. Tahun ini, belanja modal perusahaan ditujukan bagi pembangunan pabrik sawit dan penanaman.

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk  mencatat peningkatan pendapatan sebesar 33% menjadi menjadi Rp 5,16 triliun pada 2017. Kenaikan ini dipengaruhi penjualan segmen produk kelapa sawit lantaran pertumbuhan produksi. Emiten berkode ANJT ini mencatat kenaikan produksi CPO 5% menjadi 220.760 ton. Jumlah produksi ini lebih tinggi dari tahun 2017 sebesar  210.248 ton.

Lucas Kurniawan, Direktur PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, menyebutkan tahun ini  akan ada penambahan jumlah area yang bisa dipanen. Sementara itu, area yang telah dipanen di tahun sebelumnya produksinya semakin meningkat sampai mencapai tahapan puncak.

“Walaupun demikian pada 2017 kebun kami di Ketapang (Kalimantan Barat) belum optimal produksinya karena kebun kami berusia muda,” tambah Lucas.

Lucas menjelaskan bahwa Perseroan mengakhiri tahun 2017 dengan total produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 730.356 metrik ton atau naik 10,1% dari hasil produksi TBS tahun lalu sebesar 663.399 metrik ton. Perkebunan kami yang baru menghasilkan di Kalimantan Barat memberikan kontribusi peningkatan yang paling signifikan disamping pemulihan signifikan yang dialami perkebunan kami di pulau Belitung paska dampak negatif El Nino pada 2015 yang menyebabkan penurunan siklus produksi pada 2016.

Sejalan dengan peningkatan jumlah produksi TBS, produksi minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil atau “CPO”) dan inti sawit (Palm Kernel atau “PK”) juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 18,6% dan 15%, menjadi 210.248 MT dan 44.037 mt pada akhir 2017 dibandingkan dengan 177.273 MT dan 38.283 MT pada 2016.

Perseroan juga mencatat kenaikan volume penjualan CPO sebesar 17,5% menjadi 209.000 MT di 2017 dibandingkan dengan 177.850 MT pada 2016. Selain itu, penjualan PK juga naik sebesar 8,5% dari 39.434 mt di 2016 menjadi 42.797 MT pada 2017.

Tahun 2017, perseroan membukukan kenaikan laba bersih sebesar 133,4% menjadi Rp 585,2 miliar dan pendapatan sekitar 33%. Sedangkan faktor pendorong kenaikan laba berasal dari peningkatan volume penjualan minyak sawit perseroan bersamaan dengan kenaikan harga jual.

Perseroan mencatatkan seluas 72.345 hektare (ha) kebun kelapa sawit menghasilkan (mature area) dari total areal tertanam kelapa sawit perseroan telah mencapai 90.288 ha sampai akhir 2017. Sedangkan volume produksi tandan buah segar (TBS) perseroan meningkat sekitar 41,6% menjadi 1,55 juta ton dan produksi CPO tumbuh 29,4% menjadi 403,6 ribu ton.

Pada  2018, produksi tahun ini ditargetkan meningkat dibandingkan tahun lalu antara lain produksi TBS 774.567 ton (meningkat 6,1%), CPO 210.248 ton (meningkat 4,3%) dan PK 44.037 ton (meningkat 3,1%)

 

“Pada 2017 kebun kami di Ketapang, Kalimantan Barat masih belum optimal produksinya karena kebun tersebut adalah kebun dengan usia muda.  Pada 2018  akan ada penambahan jumlah area yang bisa dipanen, sementara area yang telah dipanen di tahun sebelumnya produksinya semakin meningkat sampai mencapai tahapan puncak,” ujar Lucas.

PT Austindo Nusantara Jaya akan menyiapkan dana belanja modal alias capital expenditure (capex) senilai Rp 1,2 triliun di tahun 2018.  Dana tersebut akan dipakai untuk pembangunan pabrik (mill) di Papua Barat dengan anggaran sebesar Rp 189 miliar, pembangunan unit frozen line untuk ekspor edamame sebesar Rp 86 miliar, dan lainnya digunakan untuk pembangunan infratruktur di Papua Barat serta untuk modal penanaman di Papua.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like