Ekspor Semakin Mudah Berkat Strategi Badan Karantina Pertanian RI

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Kementerian Pertanian RI melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) meningkatkan pelayanan dan mempermudah kegiatan ekspor sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 19 tahun 2019 tentang Pengembangan Ekspor Pertanian.

“Kita permudah ekspor. Harus kita dorong, kita datangi dan jemput bola,” ujar Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian RI saat menjadi pembicara diskusi Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) yang bertemakan “Akselerasi Ekspor Pertanian 5 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK”, di Depok, Jumat (9 Agustus 2019).

Ada lima strategi yang disiapkan Barantan RI untuk meningkatkan ekspor produk pertanian. Pertama, memberikan kemudahan bagi eksportir dalam perizinan melalui OSS (one single system) atau program perizinan terpadu, sehingga prosesnya bisa lebih cepat.

Kedua, mendorong generasi milenial untuk menjadi eksportir melalui program Agro Gemilang. Dalam program itu, pemerintah memberikan bimbingan teknis terkait SPS (Sanitary Phyto Sanitary), persiapan di lapangan dan bimbingan dalam good handling practices (GHP).

“Kita konektivitas dengan daerah dan petani. Untuk GAP (Good Agriculture Practices) ada di dinas dan GHP tugasnya pemerintah pusat,” katanya.

Strategi ketiga adalah membuat kebijakan Inline inspection yakni Badan Karantina Pertanian melakukan kunjungan langsung ke eksportir, dari tingkat budidaya hingga penanganan pascapanen sehingga mempermudah pelaku usaha dalam menangani produk yang akan diekspor.

Keempat yaitu program I-Mace (Indonesian Maps of Agriculture Commodity Export) atau peta komoditas ekspor pertanian Indonesia guna mengetahui data sentra komoditas pertanian dan berpotensi ekspor. Bahkan di I-Mace juga terdapat data produk pertanian yang diekspor dan negara tujuannya.

“Harapan kita dengan I-Mace bisa digunakan sebagai bahan kebijakan gubernur dan bupati untuk membangun pertanian di daerahnya. Misalnya dengan membangun kawasan sentra produksi pertanian yang berpotensi ekspor,” kata Ali Jamil.

Strategi kelima adalah penerapan elektornik sertifikat (E-Cert), sehingga produk pertanian yang diekspor lebih terjamin.

“Jadi negara tujuan ekspor akan menerima sertifikasi secara online, kemudian langsung diperiksa dan diteliti. “Setelah semua Ok, barang bisa jalan. Jadi barang tidak akan ditolak di negara tujuan,” ujarnya.

Indah Sofiati Direktur PT Cakrawala Skyline memberikan pujian kepada Barantan yang mempermudah perijinan dan pelayanan terbaik kepada eksportir. Sebagai eksportir produk jeruk purut ke Perancis ini, perusahaan sangat terbantu di awal membangun bisnisnya. Jajaran Badan Karantina sangat terbuka dan membantu kegiatan ekspor.

“Bagi kami, masalah perizinan dan karantina tidak ada masalah. Sangat bagus sekali. Ekspor jeruk purut ke Eropa berjalan baik,” puji Indah.

Namun tantangan terberat adalah biaya kargo transportasi dan tengkulak. Indah mengatakan pasokan jeruk purut berasal dari tengkulak sehingga harganya cukup tinggi. Selain itu, tidak mudah bagi dirinya untuk bermitra langsung dengan petani karena kehadiran tengkulak.

4 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like