Edisi 27 Desember 2013

Advokasi Semu Tuan Presiden

Salam Sawit Indonesia, Belum berselang seminggu, pemerintah dalam hal ini presiden ingkar janji untuk membela produk kelapa sawit di forum World Trade Organization (WTO). Di depan 1.350 peserta konferensi sawit, Presiden SBY berjanji pasang badan untuk menghadapi berbagai macam kampanye negatif yang ditujukan kepada industri sawit Indonesia. Arahan presiden supaya delegasi RI dalam forum WTO memainkan negosiasi yang keras untuk membela CPO sebagai komoditi unggulan. Negosiasi ini perlu dimainkan karena Indonesia akan menghadapi persaingan dagang.

Namun, selama tiga hari perjalanan forum WTO, hampir tidak terdengar suara delegasi Indonesia. Yang muncul di permukaan adalah suara keras delegasi India yang menuntut subsidi pertanian. Tetapi, kita tidak mendengar suara delegasi Indonesia untuk membela kepentingan dalam negeri semisal hambatan perdagangan yang diterapkan negara maju untuk komoditi hortikultura dan perkebunan khususnya CPO.

Minimal ada pembelaan terhadap produk kelapa sawit di mana Indonesia dapat menggalang persatuan bersama negara produsen lain seperti Malaysia, Thailand, Papua Nugini, dan beberapa negara Afrika. Sangat disayangkan sebagai tuan rumah, delegasi Indonesia tidak memaksimalkan forum ini untuk memperjuangkan kepentingannya sendiri. Kalau begitu, apa kerja delegasi Indonesia di forum tersebut? Atau kemana janji tuan presiden yang ingin membela sawit?

Edisi Desember ini, kami menyajikan ulasan khusus yang membahas masalah demi masalah yang dihadapi industri sawit selama ini. Mulai dari isu regulasi yang tidak berpihak kepada pelaku, isu deforestasi hutan primer, pengeluaran emisi karbon, dan tekanan global yang ditujukan kepada produk sawit. Supaya dapat menjawab masalah, narasumber yang kami pilih sangat berkompeten di bidangnya sehingga akan memberikan analisis yang kuat dan tajam. Kontribusi sawit yang sedemikian besar kepada APBN sudah sepantasnya kalau dijadikan industri yang strategis dan bernilai tambah. Tapi, ini semua bergantung kepada political will pemerintah.

Di rubrik Hot Issue, pembaca dapat menyimak pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dibacakan dalam Konferensi IPOC, di Bandung. Sengaja kami tampilkan supaya pembaca dapat mengetahui sikap presiden terhadap industri. Tentu saja, kita menunggu tindakan konkrit dari presiden dan jajaran kabinetnya.

Menjelang tutup tahun 2013, kami berupaya menyajikan informasi berita yang terbaik kepada pembaca. Oleh karena itu, kami tidak segan-segan untuk menerima kritikan dari pembaca yang dapat ditujukan lewat email kami. Sehingga akan terjalin interaksi bagus dan komunikatif antara pembaca dan redaksi. Selamat membaca !!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Edisi 06 Maret 2012

Menuju Sawit Berkelanjutan, Sudah menjadi  keniscayaan sekarang ini bahwa  pengembangan perkebunan kelapa sawit  sudah semestinya berlandaskan keberlanjutan (sustainable).…

Edisi 20 Juni 2013

LAWAN GANODERMA! Edisi Juni ini, Majalah Sawit Indonesia secara khusus mengulas masalah ganoderm yang sudah menjadi momok menakutkan…
Read More

Gambut dan Kedaulatan Negara

Salam Sawit Indonesia, Di Indonesia, lahan gambut menjadi perdebatan diantara akademisi dan peneliti. Perang wacana jelas terlihat diantara…