Bea Cukai turut hadir dalam acara pelepasan ekspor nasional serentak akhir tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan, Kamis (23/12). Kegiatan ini dilaksanakan di 26 provinsi secara hybrid yang berpusat di PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia di Karawang, Jawa Barat.

Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, Tubagus Firman Hermansjah, menjelaskan bahwa secara keseluruhan ada 278 perusahaan, dan 54 diantaranya adalah perusahaan kategori UKM yang mengikuti kegiatan ini. “Total nilai ekspor mencapai 35,03 triliun rupiah, dengan ragam produk yang diekspor antara lain otomotif, batubara, minyak sawit dan turunannya, perikanan dan rempah-rempah, dengan negara tujuan ekspor tersebar ke 58 negara,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahun ini Indonesia mencatat prestasi untuk ekspor. ”Jumlahnya mencapai 209 miliar USD, dan ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2011 senilai 203,5 miliar USD. Ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak dan semoga menjadi tonggak baru dari sejarah Indonesia menjadi Indonesia yang maju dalam ekspor,” ujarnya.

Di Gresik, Bea Cukai Gresik turut hadir dalam kegiatan ekspor serentak tersebut, yang dilaksanakan di lokasi perusahaan PT. Mega Global Food Industry, di Kec. Driyorejo. Bea Cukai Gresik turut berperan dalam ekspor ini salah satunya dengan memberikan fasilitas kepabeanan berupa kawasan berikat. Selain itu program klinik ekspor turut memberikan kemudahan dan  mendorong UMKM Gresik untuk berani memasarkan produknya di pasar ekspor.

“Secara kumulatif, kinerja ekspor Indonesia Januari-November 2021 mencapai USD 209,16 miliar atau naik 42,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Ragam produk yang diekspor antara lain seperti otomotif, batubara, minyak sawait dan turunannya, produk perikanan, rempah-rempah, dengan pasar tujuan ekspor Eropa, Asia, Amerika, Australia, Selandia Baru, Afrika dan Oseania,” ujar Firman.

Sementara itu, Kanwil Bea Cukai Jateng DIY dan Bea Cukai Semarang, turut hadir dalam kegiatan tersebut yang dilaksanakan di PT Selalu Cinta Indonesia (SCI), di Kota Salatiga. Di Jawa Tengah, Bea Cukai turut berperan dalam pelepasan ekspor di tiga lokasi berbeda, yaitu Kabupaten Boyolali, Kabupaten Semarang, dan Kota Salatiga. Dengan 14 perusahaan yang mengikuti pelepasan ekspor dengan total nilai ekspor mencapai USD 23,84 Juta.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo secara langsung turut menghadiri pelepasan ekspor di PT SCI Kota Salatiga tersebut, sekaligus berdialog dengan perwakilan dari 14 perusahaan.  “Salah satu kendala selama pandemi yaitu terkait ketersediaan kontainer untuk ekspor, namun Pemprov Jawa Tengah terus berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga harapannya ekspor Jawa Tengah dapat terus berkembang dengan baik,” jelasnya.

Firman mengatakan bahwa pihaknya akan membantu secara maksimal upaya peningkatan ekspor di Indonesia. “Kami akan memberikan berbagai fasilitas, asistensi, dan kemudahan bagi para pelaku usaha di berbagai daerah, demi lebih memajukan potensi ekspor di Indonesia,” pungkas Firman.

Sumber: beacukai.go.id

Share.

Leave A Reply