DSNG catat kenaikan laba 21% pada Q1-2021

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (“Perseroan”, “DSNG”) membukukan laba kuartal I 2021 sebesar Rp 99,3 miliar, naik 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang ditopang terutama oleh naiknya harga minyak sawit.

Selama kuartal I 2021, DSNG mencatat penjualan sebesar Rp 1,64 triliun, naik 3% dibandingkan kuartal I 2020. Dari jumlah penjualan dimaksud, segmen usaha kelapa sawit menyumbang 83% atau Rp 1,35 trilliun. Sementara 17% disumbangkan oleh segmen usaha produk kayu atau sebesar Rp 0,29 trilliun.

Jika dibandingkan dengan periode sama tahun 2020, penjualan segmen usaha kelapa sawit selama kuartal I 2021 tersebut naik 3%. Hal ini ditunjang dari harga rata-rata CPO yang tinggi hingga mencapai Rp 8,7 juta per ton, meskipun volume penjualan CPO turun sebesar 5% menjadi 135 ribu ton.

Dari sisi produksi, selama periode kuartal I 2021 DSNG mengalami penurunan volume produksi CPO sebesar 6% menjadi 144 ribu ton dari 153 ribu ton pada periode sama tahun 2020. Penurunan tersebut merupakan konsekuensi dari dampak ganda yang terjadi di kuartal 1 tahun 2021, yakni (1) dampak tertinggal 12 bulan dari El Nino yang terjadi di kuartal I tahun 2020 yang lalu yang menyebabkan  penurunan produksi TBS di kuartal I tahun 2021; serta (2) dampak dari fenomena La Nina sejak 5 bulan terakhir yang membawa curah hujan sangat tinggi di wilayah Kalimantan Timur, sehingga menghambat proses evakuasi panen TBS ke pabrik kelapa sawit untuk diolah menjadi CPO.

Selama periode kuartal I 2021 DSNG mencatatkan pula kenaikan penjualan segmen usaha produk kayu sebesar Rp 284,9 milliar atau naik 5% jika dibandingkan kuarta I 2020. Kenaikan ini didorong oleh kenaikan volume penjualan, baik pada produk panel maupun engineered flooring, serta membaiknya harga jual produk engineered flooring dengan pulihnya permintaan dari pasar Amerika Serikat.

Namun demikian, saat ini sistem transportasi dunia sedang mengalami krisis yang cukup unik dan tidak terduga. Runtutan peristiwa luar biasa yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 telah menyebabkan terjadinya krisis kekurangan kontainer yang parah, yang menyebabkan peningkatan biaya pengiriman produk kayu ke negara tujuan ekspor secara signifikan hingga mencapai 50% dibandingkan kuartal I 2020. Hal ini menyebabkan kontribusi profitabilitas dari segmen produk kayu pada kuartal I 2020 lebih rendah meskipun penjualan lebih tinggi.

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, optimis target 2021 dapat terealisir dengan pencapaian kinerja keuangan kuartal I 2021 yang lebih baik dibanding kuartal I 2020. Disamping itu pelaksanaan program vaksinasi Covid-19, baik di dalam negeri maupun di sejumlah negara di dunia telah mendorong perbaikan keyakinan consumer terhadap pemulihan ekonomi.

Lebih lanjut Andrianto mengungkapkan bahwa pertumbuhan DSNG akan tetap bertumpu pada konsep keberlanjutan dan energi terbarukan yang merupakan konsep industri kelapa sawit masa depan yang akan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.   

TENTANG PT DHARMA SATYA NUSANTARA Tbk

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group) berdiri pada 29 September 1980 dan bergerak di bidang kelapa sawit dan produk kayu. Saat ini DSNG memiliki lahan tertanam kelapa sawit 112.600 hektar dan 10 pabrik kelapa sawit yang mengolah Tandan Buah Segar (TBS) menjadi CPO dengan total kapasitas 570 ton per jam. Sedangkan untuk produk kayu, DSNG memiliki dua pabrik pengolahan kayu di Jawa Tengah yang memproduksi panel dan engineered flooring.  

32 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like