Dr. Kiman Siregar, Ketua Umum Indonesian Life Cycle Assessment Network (ILCAN) Indonesia Butuh Data Emisi Sawit Nasional

Pemerintah Indonesia perlu mempunyai data nasional untuk menghitung nilai daur hidup (life cycle assement) perkebunan sawit. Data ini sangat dibutuhkan guna menjawab tuduhan sawit penyumbang emisi karbon. 

Untuk mendapatkan data emisi ini, Indonesian Life Cycle Assessment Network (ILCAN) siap mendukungnya melalui penghitungan  daur penilaian hidup. ILCAN adalah organisasi independen yang menjadi wadah akademisi, praktisi, dan pelaku usaha untuk berbagi informasi penilaian daur hidup (life cycle assesment disingkat LCA). Penilaian daur hidup (LCA) telah diperkenalkan semenjak awal 1970. LCA ini mempunyai metodologi yang dapat digunakan sebagai sustainability matrics. Penilaian daur hidup dapat mengevaluasi bahan mentah dan konsumsi energi sehingga dapat diperoleh data pengeluaran emisi sebuah produk.

Bagi industri sawit, penghitungan pengeluaran emisi sangatlah penting. Sebab, banyak sekali tuduhan bahwa kelapa sawit kontributor gas emisi rumah kaca.  Dampaknya, beberapa negara berupaya menghambat perdagangan sawit melalui isu emisi karbon, sebagai contoh studi Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat yang menyatakan kemampuan sawit mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 17 % jika dijadikan menjadi biodiesel. Sementara di Eropa, kemampuan sawit menekan emisi sebesar 19 %. Di sisi lain, ada riset yang membuktikan sawit dapat menghemat pengeluaran emisi sebesar 40 %.  

Berkaca dari negara lain,  sudah banyak produk yang menginformasikan data pengeluaran emisi karbon. Begitupula untuk produk kedelai Amerika Serikat dapat diketahui  data pengeluaran emisinya. Menurut Kiman Siregar, pemerintah Indonesia seharusnya mempunyai data serupa untuk produk sawit. Dengan begitu, pemerintah tidak akan kerepotan menghadapi tuduhan dan hambatan emisi kepada industri sawit. 

Dukungan pemerintah supaya penghitungan ini dapat berjalan nasional. Tidak lagi terbatas penelitian individu atau lembaga.   Berikut ini petikan wawancara kami dengan Dr. Kiman Siregar berkaitan dengan pola dan metode penilaian daur hidup atau Life Cycle Assement kelapa sawit. Di Indonesia, metode ini terbilang baru. Akan tetapi perlahan, kalangan peneliti mulai tertarik mendalami metode ini:

Dapat dijelaskan apa itu Indonesian Life Cycle Assessment Network (ILCAN)?

Organisasi ini bersifat independen dan termasuk pionir di Indonesia yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi dan businessman yang berdiri pada 2014. Di tingkat, organisasi seperti ILCAN sudah banyak dijumpai di berbagai negara. Tujuan dari ILCAN untuk berbagi informasi metode maupun aplikasi penilaian daur hidup, serta membangun capacity building anggotanya. Saya  ini menjabat sebagai Ketua Umum untuk periode yang kedua. Teman-teman memberikan amanah kepada saya.

ILCAN bertujuan membantu pengusaha sawit supaya ramah lingkungan sehingga dapat sustainable, dalam hal ini tidak hanya kelapa sawit melainkan semua industri. Jumlah anggota kami hampir 120 orang yang memang difokuskan untuk mengkaji  bidang tertentu sebagai contoh dibuat working grup di agriculture dan paper.

5 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like