Merintis Energi Hijau Dari Sawit Rakyat

Dodi Reza Alex Noerdin punya visi besar untuk membangun perkebunan sawit rakyat dan energi hijau. Mendekatkan produksi sawit rakyat sebagai pemasok bahan bakar kendaraan.

Dodi Reza Alex Noerdin adalah contoh bupati yang mau bekerja keras. Punya visi dan mau mewujudkannya. Pria kelahiran Palembang ini jeli melihat potensi sumberdaya alam daerahnya.  Salah satunya menggerakkan perkebunan sawit rakyat untuk menjadi sumber energi hijau.

Pada awal Februari 2021, Dodi Reza Alex Noerdin, memastikan beberapa program terkait keberlanjutan salah satunya produksi bensin berbasis kelapa sawit di Muba sudah berjalan.”Ini bukan hanya mimpi, tapi sudah dirintis.

“Sudah masuk tahap proses. Produksi bensin sawit dari Musi Banyuasin akan dimulai dalam waktu dekat,” jelas Dodi.

Dodi menambahkan, keseriusan dirinya mewujudkan energi terbarukan biofuel telah dilakukannya melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Kelapa Sawit (BPDP-KS).

Dodi ingin pembenahan sektor ini mampu menyentuh kebutuhan pokok pekebun sawit untuk menuju terwujudnya pekebun sawit yang sejahtera, mandiri, berdaulat dan berkelanjutan.

Dodi juga menjelaskan Pemerintah Kabupaten Muba telah berupaya mendukung Program Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dengan mendeklarasikan Muba Sustainable Palm Oil Initaiatif (MSPOI) melakukan berbagai rencana aksi.

Program ini bertujuan mendukung kebijakan pemerintah untuk mencegah deforestasi melalui moratorium izin baru dan peningkatan produktivitas dengan replanting, pendekatan lanscape melalui pendekatan satu kesatuan kawasan yang saling mempengaruhi dan memperhatikan area-area dengan nilai konservasi tinggi (high conservation value/HCV).

Lalu tidak berkebun di lahan gambut melalui moratorium izin kebun di lahan gambut dan restorasi lahan gambut dengan rewetting, revegetation, revetalisasion bersama BRG dan KLHK, mencegah exploitasi tenaga kerja anak dibawah umur dan perempuan melalui sosialisasi kepada pekebun dan perusahaan-perusahan dan pemantauan berkala.

“Juga membangun area sumber komoditi tersertifikasi dengan keterlacakan kebun dan produksi serta mendorong penggunaan pupuk alami dan mengurangi residu pupuk. Terakhir pabrik mendekati kerantai pasok sehingga meningkatkan pendapatan petani dengan pengurangan biaya transportasi dan mengurangi emisi kendaraan dengan jarak tempuh yang pendek”, jelas Direktur Car Racing & Single Seater Racing Bidang Hubungan International dan Event International Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat.

ia mengatakan Muba sudah melakukan itu semua dan kami yakin sawit Muba bersih, ramah lingkungan dan berkeadilan bagi masyarakat. Ini dapat menjadi contoh bagi daerah- daerah lainnya di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) adalah kabupaten pertama di Indonesia yang melakukan percontohan implementasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Program ini diinisiasi Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA pada Oktober 2017 lalu di lahan seluas 4.446 hektar yang dilaunching secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Kini di tahun 2021, setelah program berjalan 3 tahun, petani sawit rakyat di Bumi Serasan Sekateme nikmati hasilnya.

Sampai 31 Desember 2020, data Disbun Muba, petani sawit rakyat yang lahannya di replanting atau diremajakan telah menikmati hasil panen mencapai 1.000 ton TBS dengan luasan wilayah panen seluas 1.843 hektar. Bahkan pada Februari 2021 mendatang Kabupaten Musi Banyuasin juga sudah memproduksi Industri Vegetable Oil (IVO) yang memenuhi standar untuk bahan bakar bensin sawit (bensat) dan Avtur.

“Usia tanaman menghasilkan (TM) sudah berproduksi lebih awal dari yang ditargetkan yakni 38 bulan tetapi baru usia 27 bulan sudah berproduksi,” ungkap Kepala Daerah Inovatif 2020 ini.

Lanjutnya, hasil yang maksimal dan lebih awal tersebut juga dikarenakan dibekali dengan bibit unggul berkualitas, penerapan standar good agriculture practices, dan tata kelola kelembagaan dan manajemen pekebun yang baik. “Potensi peremajaan kelapa sawit rakyat dari tahun 2017 hingga tahun 2024 mencapai 52.000 Ha dari luas total perkebunan sawit rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin seluas 155.000 hektar,” bebernya.

Pembina dan Penggerak Olah raga Terbaik Indonesia ini menambahkan, pihaknya menjadwalkan pada Februari 2021 nanti akan diresmikan panen perdana PSR sekaligus melaunching hilirisasi minyak kelapa sawit menjadi bahan bakar
nabati (IVO) menjadi bensin sawit. Semua bahan IVO berasal dari lahan PSR yang dilakukan oleh pekebun rakyat. Diharapkan dihadiri langsung Presiden RI Joko Widodo.

(Selengkapnya dapat di baca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 112)

No tags for this post.

Related posts

You May Also Like