Peluang Pelemahan Harga CPO Pada 2021

Tahun 2020 menjadi tahun paling menantang sebagai dampak Covid-19. Permintaan minyak nabati tertekan dan produksi juga mengalami penurunan.  Beruntung ada program mandatori B30 menjaga harga sawit. Bagaimana peluang tahun 2021?

Dorab Mistry menyampaikan peringata terhadap situasi pasar minyak nabati global pada 2021. Produksi seluruh minyak nabati diproyeksikan akan naik mulai dari sawit, kedelai, dan rapeseed. Kondisi ini akan berdampak kepada kuatnya suplai. Di sisi lain, permintaan masyarakat tetap tumbuh dari aspek pangan dan energi.

“Volatilitas harga sangat terasa di tahun ini. Sampai Juli atau Agustus, harga sawit akan moderat. Memasuki kuartal ketiga, pelemahan harga harus diwaspadai,” ujar Dorab Mistry saat berbicara Palm Oil Trade Fair and Seminar 2021 pada Januari 2021.  

Menurutnya faktor cuaca dan pasokan kedelai akan sangat berpengaruh terhadap kondisi harga maupun pergerakan permintaan serta produksi minyak nabati. Pada 19 Januari 2021, Harga sawit di Bursa Malaysia turun sebanyak 1,7% menjadi RM3.293 per ton.

Saat berbicara di IPOC GAPKI, ia menjelaskan bahwa produksi Malaysia terkesan stagnan. Memang ada recovery produksi antara Maret dan Juni tapi tidak betul-betul mengangkat kinerja. Produksi Indonesia juga di bawah kinerja dan diperkirakan pertumbuhan produksi untuk tahun 2020 hanya satu juta ton lebih tinggi dibandingkan 2019.

Proyeksi tahun 2021, menurutnya diperkirakan produksi 20 juta dari Malaysia dan 50 juta dari Indonesia, atau meningkat total 4 juta ton dari 2020. SelanjutnaypPermintaan minyak kelapa sawit didorong oleh dua faktor utama yaitu mandat B30 Indonesia dan pertumbuhan stok Tiongkok. Stok minyak sawit akan terus berkurang di Malaysia dari 3,215 juta ton di tahun 2018, menjadi 2,007 juta ton di Desember 2019 serta 1,40 juta ton di Desember 2020.

Selain perkembangan produksi, permintaan dan stok minyak kelapa sawit di atas, ada berbagai faktor  mempengaruhi pasar. Berbagai faktor tersebut diantaranya pasokan rapeseed, penumpukan stok soybean dan minyak kedelai di RRC, pembelian minyak sawit Tiongkok yang lebih tinggi, dan kerusakan panen bunga matahari di Ukraina dan Rusia.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 111)

No tags for this post.

Related posts

You May Also Like