Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan program Kompetisi dan Inovasi (KEDAI) Lelang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) menjadi ajang pembelajaran untuk mendorong lelang UMKM di masa depan.

“Saya minta acara ini bisa menjadi ajang pembelajaran, ajang bertukar informasi, ajang menyampaikan informasi, dan ditangkap oleh seluruh KPKNL yang lain dan digunakan untuk mendorong lelang UMKM ke depannya seterusnya,” kata Wamenkeu dalam Grand Final KEDAI Lelang UMKM 2022 di Aula Gedung DJKN, Jakarta pada Jumat (18/11).

Negara hadir melalui APBN untuk melindungi masyarakat, dunia usaha, dan pelaku UMKM, menjaga dan mempertahankan momentum penguatan ekonomi, serta tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur prioritas. APBN hadir melindungi masyarakat di antaranya melalui program KEDAI lelang UMKM yang diselenggarakan DJKN. Wamenkeu mengungkapkan tugas dan fungsi yang dilakukan oleh DJKN adalah memasyarakatkan kegiatan lelang dan mendorong supaya lelang bisa dimanfaatkan oleh UMKM.

“Lelang adalah salah satu pilihan mekanisme transaksi. Karena itu, negara, dalam hal ini Kementerian Keuangan DJKN, berkomitmen untuk terus mendorong penggunaan lelang sebagai bentuk transaksi yang baik, bertemunya penjual dan pembeli, dan untuk memasarkan produk dari UMKM kita,” ujar Wamenkeu.

Lebih lanjut, Wamenkeu menjelaskan salah satu fitur dan karakteristik yang paling sering dimunculkan di dalam literatur mengenai lelang adalah untuk mendapatkan penawar tertinggi. Maka dari itu, Wamenkeu menilai lelang lebih sesuai untuk produk-produk yang memiliki specialties.

“Makin spesial, makin pas dilelang. Makin spesial, makin bisa ketemu penawar tertinggi. Makin ada harganya, makin bisa dijustifikasi harga yang di atas nilai normalnya,” kata Wamenkeu.

Ketika UMKM mengikuti lelang, Wamenkeu mengajak para pelaku UMKM untuk dapat memunculkan kespesialan dan kekhususan dari produk-produk yang dimiliki.

“Ini dibuat oleh kelompok masyarakat yang bekerja dengan cara manual, ini dilakukan dengan tangan, ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah pengalamannya 20 tahun. Specialties menjadi sangat sangat penting,” ujar Wamenkeu.

Untuk itu, Wamenkeu meminta DJKN bukan hanya sekadar membuka pendaftaran KEDAI lelang, tetapi juga dapat membantu untuk mendesain specialties dari UMKM di Indonesia.

“Membantu memikirkan yang paling tepat pakai lelang. Dan supaya lelang itu makin moncer, harganya makin naik, premium-nya nambah, munculkan specialties-nya,” kata Wamenkeu.

Harapannya, UMKM Indonesia semakin terlatih untuk memunculkan specialties produknya melalui kurasi, kemudian dapat dieksekusi dengan baik dengan bantuan dari sinergi seluruh unit di Kementerian Keuangan.

“Dengan KEDAI lelang UMKM, kita mempelajari, kita melakukan kompetisi, tapi tujuan utamanya adalah bukan mencari juara. Tujuan utamanya adalah mempelajari bagaimana kalau lelang ini kita lakukan untuk UMKM dan bagaimana kemudian nanti kita connect dengan UMKM-UMKM yang lain dan Kementerian Keuangan itu memegang dari hulu sampai hilir, dari kebijakan sampai dengan betul-betul membantu permodalan untuk UMKM, dan lelang menjadi satu komponen mendorong UMKM Indonesia,” ujar Wamenkeu.

Sumber: kemenkeu.go.id

Share.