Ungaran – Sebanyak 331 mahasiswa yang terdiri dari 310 mahasiswa  program Diploma I Beasiswa Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan 21 mahasiswa/i penerima Kartu Indonesia Pintar mengikuti Kuliah Umum dalam rangka  pembinaan mental, fisik, disiplin dan kenal kebun untuk mahasiswa baru Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY – Stiper). Kegiatan yang dikenal dengan Bintalfisdisbun ini, menjadi kegiatan wajib bagi mahasiswa baru sebelum menapaki bidang yang akan dipelajari di kampus.

Kuliah Umum disampaikan dalam format berdialog disampaikan oleh Direktur Utama BPDPKS  Eddy Abdurrachman di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2), Ungaran – Semarang. Eddy Abbdurrachman menjelaskan tentang peran penting BPDPKS dalam menjalankan tugas dari pemerintah untuk menciptakan kelapa sawit yang berkelanjutan, mulai dari Program Peremajaan Sawit Rakyat, Bantuan Sarana dan Prasarana Perkebunan, Pengembangan Sumberdaya Manusia, Penelitian dan Pengembangan, Promosi dan Advokasi serta Bantuan untuk Program Mandatory Biodiesel B30.

Seperti diketahui, BPDPKS melalui program pengembangan SDM kelapa sawit bekerjasama dengan tujuh lembaga pendidikan salah satunya dengan AKPY – Stiper (Yogyakarta).  Di tahun ini, BPDPKS memberikan dukungan dana (beasiswa) bagi 1.000 mahasiswa yang sudah mendapatkan rekomendasi teknis dari Direktorat Jenderal Perkebunan – Kementerian Pertanian.

Eddy Aburrachman memberikan apresiasi pada kegiatan Bintalfisdisbun mahasiswa program Diploma I Beasiswa Sawit dan berharap dengan kegiatan Bintalfisdisbun ini menjadi awal untuk pengenalan dan penyiapan SDM di perkebunan kelapa sawit yang kompeten, yang nantinya dengan pengetahuan yang didapat bisa mengembangkan perkebunan kelapa sawit di daerahnya masing-masing.

“Kami ingin mahasiswa memahami potensi besar kelapa sawit yang sudah banyak dikembangkan mulai untuk produk makanan hingga biodiesel (B30). Kami tidak ingin mahasiswa penerima beasiswa sawit hanya mengerti jual TBS dari kebunnya ke tengkulak. Dan, kami ingin mahasiswa memahami kelapa sawit sebagai komoditas strategis yang dimiliki Indonesia karena sektor kelapa sawit memberikan kontribusi manfaat bagi negara. Baik dari sisi perekonomian nasional dan dari kelapa sawit bisa menghasilkan beragam produk turunan,” pungkas Eddy.

Dalam kesempatan yang sama Direktur AKPY – Stiper, Dr. Sri Gunawan, MP, IPU mengatakan pihaknya melalui kegiatan Bintalfisdisbun bertujuan menyiapkan calon planter sebagai taruna andalan sawit menjadi SDM yang betul-betul memiliki mental, fisik dan disiplin yang baik serta dan mengenali bidang yang akan ditapaki selama berkarier di perkelapa sawitan. Yang tidak kalah penting, calon planter juga harus mempunyai sikap disiplin yang tinggi sehingga saat lulus dan bekerja di kebun sudah memiliki bekal yang cukup. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan motivasi dari planter-planter dan praktisi kebun yang mumpuni.

Selanjutnya, ia menambahkan mengingat mahasiswa program Diploma I Beasiswa Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yaitu dari lulusan SMA/Sederajat yang terdiri dari 26 provinsi sehingga heterogen. Maka dalam kegiatan Bintalfisdisbun melibatkan institusi (KOPASGAT/TNI AU) untuk membentuk mental, fisik dan disiplin serta Bela Negara untuk membela Negara melalui sektor kelapa sawit.

“Sementara, kegiatan dari tim motivasi yang dikemas dengan permainan (outbond) yaitu untuk membangkitkan kebersamaan, kemandirian, motivasi dan kreativitas. Pada kegiatan kenal kebun, mahasiswa dikenalkan dengan perkebunan kelapa sawit yang ada di Laboratorium (KP2 Ungaran) milik Yayasan, mulai dari persiapan lahan hingga panen. Sehingga saat belajar di kampus mahasiswa sudah mendapatkan gambaran, tinggal belajar teori dengan kurikulum Job Kompetensi Block (Kurikulum Berbasis Blok),” imbuh Sri Gunawan.

Sumber: bpdp.or.id

Share.