Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Basar Manullang mengunjungi Posko Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Sumsel dan Jambi di Pangkalan TNI Angkatan Udara Sri Mulyono Herlambang, Palembang, 25/5/2022.

Basar mengungkapkan masuknya musim kemarau dan eskalasi kejadian karhutla yang meningkat di Sumatera Selatan dan Jambi membuat kita harus memaksimalkan sisa waktu sebelum masuknya musim kemarau pada Juni nanti.

Dalam kunjungannya Direktur PKHL berdiskusi dengan Tim Pelaksana TMC-BRIN, Balai PPIKHL Wilayah Sumatera dan perwakilan PT. Wirakarya Sakti.

“Kami berharap pelaksanaan TMC bisa berjalan lancar dan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. TMC akan dilakukan selama lima belas hari, semoga akan meningkatkan curah hujan sama seperti TMC di Riau kemarin,” harap Basar.

Operasi TMC di Provinsi Riau pada bulan April, berhasil menambah curah hujan sebesar 15% dibandingkan dengan curah hujan historis selama 10 tahun  ke belakang (2012 – 2021).

Selain itu, selama pelaksanaan operasi TMC di Riau tidak terpantau terjadi kebakaran hutan dan lahan serta tidak terpantau titik panas dengan confidence level > 80%.

Basar menjelaskan Menteri LHK telah menjadikan operasi TMC menjadi salah satu solusi permanen pencegahan karhutla selain patroli dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Operasi TMC dilakukan dengan tujuan untuk membasahi lahan gambut agar terjaga kelembabannya, menjaga tinggi muka air tetap stabil sehingga tidak mudah terbakar, mengisi kanal-kanal, embung dan kolam-kolam retensi areal guna mencegah kebakaran terutama di lahan gambut.

“Kami di sini pun terus berkoordinasi dengan pihak BNPB, BMKG, TNI, BRGM, Pemda Sumsel dan Jambi, serta pemangku kepentingan lainnya dalam pengendalian karhutla,” kata Basar.

Dia menambahkan, Manggala Agni juga terus berupaya di lapangan melakukan langkah pencegahan agar karhutla tidak terjadi dengan terus menguatkan upaya pencegahan karhutla, mitigasi bencana hidrometrologi.

“Tidak sekedar pemadaman, operasi TMC harus diperhitungkan sebagai kegiatan yang efektif untuk mengurangi terjadinya karhutla,” jelasnya.

Hal paling penting lainnya, kata Basar, adalah edukasi kepada masyarakat, agar tidak lagi membakar lahan.

“Saya mengharap masyarakat juga terus ikutserta dalam upaya mencegah karhutla ke depan. Kami sudah melakukan sosialisasi terkait cara membuka lahan tanpa membakar, serta betapa pentingnya menjaga hutan dan lahan,” pungkasnya.

Pelaksanaan operasi TMC merupakan kerja bersama-sama. Banyak pihak yang terlibat antara lain BRIN melalui Laboratorium TMC sebagai penyedia infrastruktur, teknologi, sarana prasarana, dan bahan-bahan untuk pelaksanaan operasi TMC; TNI AU sebagai supporting armada pesawat; BNPB dan juga menggandeng Mitra Swasta memberikan dukungan anggaran; BMKG sebagai penyedia data dan informasi prediksi cuaca serta rekomendasi; serta KLHK dan BRGM sebagai supporting dalam penyediaan data dan informasi kerawanan karhutla dan kondisi tinggi muka air gambut dan tahun ini BRGM juga akan mensupport biaya pelaksanaan TMC untuk pembasahan gambut.

Share.