Di Tengah Covid-19,Musim Mas Tetap Dampingi Petani PSR

LABUHAN BATU – PT. Siringo-ringo, anak usaha Musim Mas Group berkomitmen membantu petani untuk menjalankan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Kendati pandemi Covid-19 masih berlangsung, perusahaan tetap terlibat aktif dalam pendampingan petani yang menjadi peserta PSR.

Komitmen ini ditunjukkan melalui kegiatan penanaman perdana PSR bersama bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar, Desa Tanjung Siram, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhan batu melaksanakan Launching  penanaman perdana program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Rabu (10 Juni 2020).

“PT Siringo-ringo menjadi mitra peserta Gapoktan Mekar dalam penanaman sawit sampai tanaman menghasilkan,” kata Siswando, Perwakilan PT Siringo-Siringo (Musim Mas Group) saat memberikan kata sambutan dalam penanaman perdana.

Baca Juga :   Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CLXIX)

Ia mengatakan PSR ini dijadwalkan akan memerlukan waktu antara 30-49 bulan dari mulai penanaman sampai kegiatan panen pertama. Setelah itu, barulah petani akan memperoleh hasil TBS sawit.

Rudman Simanjuntak, Manager of Independent Small holder Musim Mas menjelaskan bahwa PT Siringo-Ringo bertindak sebagai mitra/offtaker Gapoktan Mekar dalam program PSR ini. Perusahaan menjadi jembatan penghubung antara petani dengan stakeholder seperti pemerintah dan perbankan. Bentuk dukungan ini adalah membantu penyiapan surat permohonan terkait PSR yang ditujukan keinstansi pemerintah,  membantu akses kepemerintah daerah (Dinas Pertanian Labuhan batu) untuk proses pendaftaran PSR ke Ditjenbun dan BPDPKS, pencairan dana PSR dan pengajuan KUR keperbankan untuk biaya replanting, serta membantu petani agar dapat menerapkan manajemen dan praktek perkebunan yang baik.

Baca Juga :   Kebakaran di Lahan Gambut, Industri Sawit Dapat Menjadi Solusi

Ketua Gapoktan Mekar, Irham Amri Hasibuan, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada PT Siringo-ringo sebagai mitra petani program PSR.  Luas perkebunan sawit Gapoktan Mekar yang diremajakan seluas 77 Hektare dengan jumlah anggota sebanyak 33 peserta. Dana hibah yang dikucurkan BPDP-KS untuk PSR ini sebesar Rp 1,78 miliar.

“Harapan kami PT Siringo-ringo terus menjadi mitra Gapoktan Mekar. Kedepannya, petani ingin perusahaan bisa membentuk pola bapak angkat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Labuhan batu, Agus Salim Ritonga, menjelaskan bahwa Gapoktan Mekar mendapatkan bantuan dana hibah dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) yang salah satu programnya menjalankan PSR. Peremajaan sawit ini bertujuan memperbaiki produksi petani melalui penggantian tanaman tua yang tidak lagi produktif.

Baca Juga :   Dinilai Tidak Adil, DMSI Minta Pemerintah Tolak Resolusi Sawit UE

Untuk memastikan PSR berjalan sesuai target, PT Siringo-ringo juga aktif mendampingi petani sawit sebagai rangkaian kerjasama. Rudman Simanjuntak menyebutkan bahwa PT Siringo-Ringo akan membantu petani dalam kegiatan teknis dan pengawasan program ini mulai dari penumbangan, penanaman, pemupukan, perawatan hingga pemanenan agar sesuai dengan standar yang diterapkan oleh perusahaan. Petani anggota Gapoktan Mekar juga diberikan kesempatan untuk menjual hasil panen kepada pabrik PT Siringo-ringo.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 104)

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like