Kita Jaga Sawit

Salam Sawit Indonesia,

Industri sawit adalah industri yang berupaya menuju tata kelola dan praktik sawit taat lingkungan. Di dunia, kelapa sawit satu-satunya komoditas yang mempunyai sertifikat berkelanjutan terlengkap dari hulu sampai hilir. Tidak ada komoditas minyak nabati yang  menyamai sawit. Baik kedelai, jagung ataupun bunga matahari. Ada istilah, kelapa sawit semakin ditekan malahan semakin bersinar. Ketika dihambat aspek lingkungan, kelapa sawit menunjukkan lebih sustainable dari komoditas lain.

Di dalam negeri, industri kelapa sawit memiliki sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Mulai dari petani sampai pengusaha mengikuti sertifikasi yang merujuk kepada regulasi pemerintah dari aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. Selain itu, kelapa sawit telah berkontribusi untuk mengurangi pengeluaran gas emisi rumah kaca. Program biodiesel menjadi bukti penghematan minyak fosil. Diperkirakan, emisi karbon yang dapat dihemat 14 juta ton CO2.

Baca Juga :   Edisi 13 November 2012

Rubrik Sajian Utama mengulas keberhasilan Musim Mas yang mengukuhkan posisinya sebagai kelompok usaha sawit yang berkomitmen terhadap tata kelola sawit berkelanjutan.  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyerahkan 12 PROPER (Program Penilaian Peringkat Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) Tahun 2019 kategori Hijau kepada Musim Mas.  Dalam setiap kegiatannya, Musim Mas selalu menerapkan prinsip–prinsip keberlanjutan yang mengikuti serangkaian standar lingkungan dan sosial untuk memenuhi standar sertifikasi ISPO, RSPO, ISCC dan juga verifikasi POIG.

Bagi Musim Mas, penghargaan PROPER Hijau berdampak positif terhadap kegiatan bisnis perusahaan dengan meningkatnya efisiensi penggunaan sumberdaya dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di perusahaan. Itu sebabnya, Musim Mas terus berinovasi dan membuat terobosan di seluruh kegiatan operasional yang diharapkan menjadi praktek kerja yang baik di lingkungan perusahaan.

Baca Juga :   SDM Perkebunan Yang Berkualitas dan Berkarakter

Rubrik Hot Issue mengangkat keberpihakan Presiden Jokowi terhadap program energi terbarukan khususnya biofuel. Ini terbukti dengan peresmian program B30 di penghujung Desember 2019. Presiden Jokowi menyebut bahwa pelaksanaan program B30 akan diawasi dari hari ke hari. Ia pun menilai bahwa program pencampuran biodiesel dengan bahan bakar nabati ini tidak cukup berhenti di B30 saja.

Tahun ini menjadi tahun istimewa bagi industri sawit. Pemerintah memiliki keberpihakan terhadap industri ini. Dukungan dan advokasi juga diberikan ketika kampanye hitam menguat.  Industri kelapa sawit harus dijaga karena industri ini menjangkau semua lini mulai dari masyarakat kecil, kelas menengah dan kelas atas. Mari kita jaga bersama.

Baca Juga :   Optimis Di Tahun Ayam Api
0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Edisi 44 Juni 2015

Program Hilirisasi Berjalan Mundur Salam SAWIT INDONESIA, Investasi hilir sawit  sebesar US$ 3 miliar yang sudah dibenamkan semenjak 2012…

Edisi 06 Maret 2012

Menuju Sawit Berkelanjutan, Sudah menjadi  keniscayaan sekarang ini bahwa  pengembangan perkebunan kelapa sawit  sudah semestinya berlandaskan keberlanjutan (sustainable).…

Edisi 05 Februari 2012

Salam Sawit Indonesia, Beberapa waktu lalu, Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia, menyatakan pemboikotan perdagangan Amerika Serikat terhadap…