Budiman Sudjatmiko Menjadi Komisaris PTPN V, Ini Alasan Menteri BUMN

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Menteri BUMN RI, Erick Thohir mengangkat Budiman Sudjatmiko sebagai Komisaris Independen PTPN V. Politikus PDI Perjuangan ini diharapkan dapat berkontribusi mengembangkan inovasi dan plasma perusahaan sawit yang terpusat di Riau ini.

Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga menjelaskan bahwa Budiman memiliki kapasitas dan kompetensi yang telah teruji dalam pengembangan masyarakat desa.

“Sebagai mantan anggota DPR, Budiman punya hubungan baik dengan masyarakat desa. UU Desa salah satu gagasan dan inisiasi beliau,” ujar Arya dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, Budiman punya pengalaman dalam pengembangan program-program desa yang diharapkan membantu perusahaan dalam membangun hubungan dengan masyarakat setempat. Apalagi, PTPN V sedang fokus mengembangkan plasma inti guna memajukan sektor perkebunan.

“Budiman akan support yang berhubungan dengan masyarakat desa yang di plasma ini. Demikian juga kualitas dari hasil plasma makin kuat dengan dukungan dari Budiman,” tutur Arya.

Sebelumnya, informasi pengangkatan Budiman Sudjatmiko sebagai Komisaris Independen dicuitkan dalam akun Twitter ptpnusalima. “Selamat dan sukses kepada Bapak Budiman Sudjatmiko atas pengangkatan sebagai Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara V,” tulis @ptpnusalima.
Sampai Sabtu pagi, akun Twitter Budiman Sudjatmiko @budimandjatmiko riuh dengan ucapan selamat dari netizen.

Budiman Sudjatmiko, M.Sc., M.Phil adalah politisi dari PDI Perjuangan. Ia dikenal karena ikut menyusun Undang-Undang Desa dan mendirikan gerakan Inovator 4.0 Indonesia.

Sementara itu, PTPN V sampai  November 2019 memiliki kebun inti sawit dengan total luas areal tanaman seluas 78.340,09 Ha dengan komposisi TM seluas 57.419,60 ha, TBM seluas 17.540,09 ha, TB/TU/TK seluas 2.736, areal bibitan seluas 127,40 ha dan areal non produktif seluas 517 ha. Perusahaan juga memiliki kebun inti karet dengan total luas areal 8.184 ha dengan komposisi TM seluas 5.215 ha, TBM seluas 2.898 ha, TB/TU/TK seluas 68 ha dan bibitan seluas 3 ha.

Untuk mengolah komoditi kelapa sawit, Perusahaan memiliki 12 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan total kapasitas olah terpasang sebesar 570 ton TBS per jam dengan hasil olahan berupa minyak sawit dan inti sawit. Kemudian untuk mengolah lanjut komoditi inti sawit, Perusahaan memiliki 1 unit Pabrik Palm Kernel Oil dengan kapasitas terpasang sebesar 400 ton inti sawit/hari dengan hasil olahan berupa Palm Kernel Oil (PKO) dan Palm Kernel Meal (PKM).

 

Sumber foto: akun Twitter @budimandjatmiko

 

 

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like