PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat Ir. Adi Yani, M.H., menerima audiensi dari Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional Gusti Ayu Ketut Surtiari., beserta rombongan serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat Moh. Wahyu Yulianto, S.Si., S.St., M.Si., terkait Kajian Kualitatif Long Form Sensus Penduduk 2022 di Ruang Kerja Gubernur Kalbar, Senin (11/07/2022).

Dalam pertemuan ini, Tim yang diketuai Gusti Ayu Ketut Surtiari bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pusat Riset Kependudukan-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kegiatan Kajian Kualitatif Long Form Sensus Penduduk 2022.

“Bersama ini kami sampaikan bahwa

kami sudah melakukan pengumpulan data untuk riset kolaboratif tersebut yang merupakan bagian dari pengumpulan data di 34 Provinsi di Indonesia. Tim Pelaksana yang terdiri dari Statistika BPS dan Periset PRK-BRIN melakukan penelitian lapangan dengan tujuan Reinventing Praktik Ekonomi Hijau di wilayah Kalimantan Barat pada bulan Juni hingga 14 Juli 2022,” ungkap Gusti Ayu.

“Yang jelas keberadaan kami disini sudah beberapa Minggu dan Tim peneliti telah melakukan kajian praktik ekonomi hijau dengan fokus kehutanan di beberapa lokus, yaitu di Desa Bumbun, Sadaniang, Mempawah; Desa Penakalan, Sijangkung, Sambas; Desa Menjalin, Landak; Pulau Lemukutan, Sungai Raya, Bengkayang, dan Desa Manua Sadap Putussibau, Kapuas Hulu,” ungkapnya.

“Mengingat strategisnya agenda riset yang dilakukan ini, maka penting bagi kami untuk melaporkan kepada Bapak Gubernur untuk menyempurnakan hasil analisa kami yang akan dijadikan bahan pada Presidensial G20 di Bali pada bulan Oktober 2022. Fokus kajian kami pada sektor kehutanan gambut. Satu dari lima sektor yang menjadi pendalaman di seluruh Indonesia. Hasil kajian kami ini akan mempresentasikan praktik ekonomi hijau di 34 Provinsi khususnya di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Sumber: kalbarprov.go.id

Share.