BPDPKS Sekolahkan Petani se-Indonesia Menjadi Auditor ISPO

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) membutuhkan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk kegiatan implementasi dan audit. Atas dasar itulah, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memberikan dukungan kepada petani sawit untuk mengikuti kegiatan pendidikan auditor ISPO.

“Kami menyambut baik dukungan BPDPKS terhadap inisiatif APKASINDO yang mengirimkan anggotanya dalam pelatihan auditor ISPO. Awalnya, APKASINDO mengirimkan surat kepada BPDPKS dua bulan yang lalu,” ujar Dr.cn. Ir. Gulat ME Manurung, MP.,C.APO Ketua Umum DPP APKASINDO.

Pelatihan auditor ISPO digelar oleh Mutu Institute di Bogor, Jawa Barat, selama satu minggu. Gulat mengatakan jumlah anggota APKASINDO sebanyak 10 orang yang menjadi peserta pelatihan. Peserta ini sebagian besar pengurus DPW APKASINDO se-Indonesia mulai dari Sumatera sampai Papua.

“Kami berharap dengan disekolahkannya 10 pengurus Apkasindo ini akan menjadi tambahan amunisi buat petani. Sebagaimana arahan Presiden Jokowi melalui peraturan presiden yang mengatur ISPO. APKASINDO dukung program ISPO sekalipun itu cukup terjal buat Petani. Karena regulasi telah mewajibkan,” urainya.

Ia mengatakan empat tahun lagi tepatnya 2025 akan menjadi kewajiban bagi petani untuk mengantongi sertifikat ISPO. Itu sebabnya, auditor dari kalangan petani sangat dibutuhkan untuk memandu dan membantu proses sertifikasi. Point inilah membedakan auditor dari petani dengan perusahaan.

“Satu hal penting adalah auditor dari petani berbeda dengan auditor perusahaan. Karena auditor dari APKASINDO ingin memandu serta mengarahkan rekan-rekan sesama petani agar memahami apa itu ISPO dan bagaimana prosedur menuju kesana. Sebab, tidak mudah menyakinkan petani sawit dan hanya sesama petani dapat saling memahami,” jelasnya.

Target APKASINDO adalah mengirimkan lagi 10 petani setiap angkatan pelatihan auditor ISPO. Jadi 22 DPW Provinsi dan 144 DPD Kabupaten Kota harus punya auditor ISPO. Dengan begitu, mereka bisa membantu sesama petani menuju ISPO.

“Dengan Mutu Institut, kami juga telah membuat nota kesepahaman tahun lalu. Tak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada BPDPKS yang selalu mendukung petani Sawit menuju lebih baik dan berkelanjutan. Sebagaimana arahan Jenderal Moeldoko selalu Ketua Dewan Pembina APKASINDO bahwa organisasi harus menjadi jembatan. Tujuannya membawa manfaat dan berguna bagi petani,” ungkap kandidat Doktor Lingkungan Universitas Riau ini.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) mengirimkan 10 petani sawit untuk mengikuti pelatihan auditor ISPO yang digelar Mutu Institut.

Sebelumnya, DPP APKASINDO telah memiliki 5 auditor ISPO. Hasilnya, organisasi mampu membantu proses sertifikasi 27 Kelompok Tani dan KUD di 22 Provinsi perwakilan APKASINDO. Gulat menjelaskan bahwa kehadiran auditor ISPO ini terbukti membantu proses sertifikasi ini karena petani kerap kali tidak paham istilah dan syarat sertifikasi. Akibatnya, mereka enggan untuk melanjutkan prosesnya.

“Petani kami kebingungan dengan istilah yang dipakai tim auditor lembaga sertifikasi. Akibatnya mandek dan kelompok tani enggan melanjutkan tahapan berikutnya. Namun, begitu tim Auditor APKASINDO ikut mendampingi petani (Poktan/KUD). Hasilnya, 3 hari langsung clear. Inilah makna jembatan yang menjadi amanah APKASINDO,” jelasnya.

Gulat menyebutkan dengan tambahan calon auditor sebanyak 10 orang ini. Diharapkan mereka lulus pelatihan sehingga proses kegiatan sertifikasi ISPO petani lebih cepat. Peserta pelatihan ini berasal dari Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat dan Papua antara lain nDr. Ambar, Dr. Willy, Indra Rustandi, SM, Siswanto, SP., Ir. Gusdalhari, Ir. Tedi Susilo, Dalkaren Rusli, SE., M.Yunus, S.Sos, Pandapotan Sitanggang, SP., dan Terry Ansanay, SP, M.Si).

“Selain teori, peserta petani dilanjutkan dengan praktek mengaudit di salah satu perusahaana perkebunan sawit. Tentu dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Gulat yang juga Auditor ISPO Angkatan XVIII.

Ketika redaksi menghubungi Siswanto, Ketua DPW APKASINDO Sulawesi Tengah, salah satu peserta pelatihan. Ia langsung meminta wawancara dilakukan saat jam istirahat.

“Nanti wawancara di jam istirahat. Saya masih mengikuti materi pelatihan. Takut tidak lulus. Perintah Ketua Umum bahwa petani APKASINDO wajib lulus,” tegas Siswanto. (Laporan : Andini)

Related posts

You May Also Like