DENPASAR – Ajang The 4th  Sherpa Meeting, yang merupakan pertemuan keempat Sherpa G20 yang sekaligus menjadi pertemuan Sherpa terakhir sebelum KTT G20 sebagai puncak Presidensi G20 Indonesia yang diselenggarakan di Bali, dimanfaatkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sebagai ajang promosi dan kampanye sawit dengan membuka booth promosi sawit Baik.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 sampai 13 November 2022 di InterContinental Bali Resort, dan banyak dihadiri utusan dari berbagai negara peserta G20.

“Kuncinya adalah mencapai keseimbangan. Dengan agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 sebagai penunjuk arah kita, kita harus mempertimbangkan solusi paling efektif untuk krisis multidimensi yang sedang berlangsung dan tetap rendah hati dalam keterbatasan kita sebagai manusia,” ujar Menko Airlangga.

Sementara itu, Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi BPDPKS, Helmi Muhansyah mengungkapkan, partisipasi BPDPKS dalam ajang 4th Sherpa Meeting dengan membuka both promosi sawit Baik, merupakan salah satu upaya BPDPKS untuk mengampanyekan persepsi positif terhadap sawit dengan menampilkan berbagai produk turunan sawit yang bisa diusahakan secara langsung oleh masyarakat dan dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat khususnya dalam skala UKMK.

Produk-produk yang ditampilkan antara lain helm dari tandan kosong kelapa sawit, kain batik sawit yang menggunakan bio pas berbahan kelapa sawit, handsoap dan handsanitizer berbahan sawit, Minyak sawit merah (Virgin Palm Oil). Juga dibagikan buku Mitos dan Fakta Sawit yang berisi argument-argumen berdasarkan kajian ilmiah untuk melawan kampanye negatif atau black campaign terhadap kelapa sawit.

Dengan kegiatan ini diharapkan persepsi positif terhadap sawit akan meningkat mengingat Delegasi Sherpa merupakan perwakilan dari negara-negara G20, dari perwakilan organisasi internasional serta para undangan dari berbagai negara lainnya.

Sumber: bpdp.or.id

Share.