Petani sawit kembali didorong untuk turut berperan di industri hilir sawit dan menjadi pelaku Usaha Kecil Mikro dan Koperasi (UKMK) melalui kegiatan Webinar Kampanye dan Promosi Minyak Sawit Sehat kepada UKMK yang diselenggarakan secara hybrid oleh Majalah Sawit Indonesia bekerja sama dengan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan Lapak Sawit pada Sabtu, (5/3).

Webinar yang mengundang pelaku Usaha Kecil Mikro dan Koperasi (UKMK) ini juga sebagai upaya dalam memerangi kampanye negatif sawit yang ramai beredar belakangan ini.

Agenda kegiatan ini terdiri dari pengenalan inovasi produk berbahan sawit serta talkshow tentang isu dan peluang pemasaran produk turunan sawit seperti minyak goreng, margarin, cokelat, non dairy creamer, salad dressing, sambal, dan lainnya.

Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Dr. Musdalifah Machmud dalam keynote speechnya menyampaikan industri kelapa sawit memenuhi kriteria sebagai industri unggulan yang sangat penting untuk dikembangkan dari hulu ke hilir untuk meningkatkan daya saing.

“Dari sisi permintaan dalam negeri, produk sawit memenuhi kebutuhan pangan dan non pangan. Sedangkan di pasar global, minyak kelapa sawit kita sudah berkontribusi sebesar 59% terhadap market share dunia yang ditunjukkan dengan data ekspor CPO,” paparnya.

Direktur Utama BPDP-KS Eddy Abdurrachman melalui Kepala Divisi Perusahaan BPDP-KS Achmad Maulizal, dalam kata sambutannya menyampaikan peran penting kelapa sawit terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Berdasarkan berita statistik pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis oleh BPS (Badan Pusat Statistik, red) Februari 2022, kondisi makro ekonomi Indonesia tumbuh 5,02%. Sektor perkebunan dengan komoditas sawit terbukti menjadi primadona dan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Achmad Maulizal yang disampaikan secara virtual.

Pada sesi diskusi webinar, Inovator Rendang Sawit; Prof. Erliza Hambali menjelaskan rendang seasoning mix berbahan non dairy creamer sawit dengan kelebihan umur simpan lebih panjang, aman bagi penderita laktosa intolerance, dan mudah dalam penyimpanan, distribusi, dan penanganan.

“Produksi minyak sawit Indonesia berlimpah, oleh sebab itu perlu ditingkatkan nilai tambahnya dengan mengolahnya menjadi beragam produk, diantaranya Non Dairy Creamer (NDC),” jelasnya.

Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono melalui Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono menegaskan update industri kelapa sawit dan kaitannya dengan ketersediaan bahan baku.

“Penyediaan bahan baku CPO untuk berbagai kebutuhan dalam negeri, termasuk minyak goreng adalah sangat mencukupi,” tegasnya.

Dr.Ing. Dase Hunaefi, S.Tp., M.Food.St menyampaikan kandungan asam lemak tidak jenuh dan asam lemak jenuh pada minyak sawit adalah berimbang.

“Minyak sawit memberikan cita rasa yang lezat pada setiap masakan baik sebagai ingredient ataupun media untuk penggorengan,” ujar Dosen Institut Pertanian Bogor ini.

Bersamaan di acara webinar ini hadir founder Sabana Fried Chicken Drs. H. Syamsalis dari segi bisnis menyampaikan bahwa penggunaan minyak sawit memberikan keuntungan yang lebih baik dibanding menggunakan minyak jenis lain. Ia juga mengeluhkan kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng yang membuat usahanya saat ini terpukul.

Secara garis besar, semua pihak melihat potensi besar produk turunan sawit agar dapat dikelola lebih lanjut, karenanya petani sawit sangat diharapkan untuk turut serta dalam program hilirisasi ini.

Sumber: bpdp.go.id

Share.