Labuan Bajo – Indonesia mendapat kehormatan menjadi presidensi dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang akan dilaksanakan pada November 2022. Beragam pertemuan, konferensi, hingga side event yang mendukung dan menjadi bagian dari KTT tersebut pun diselenggarakan di Indonesia. Beragam isu dan tema menjadi pembahasan dalam event utama maupun pendamping.

2nd Sherpa Meeting dilaksanakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 10 s.d. 12 Juli 2022. Kegiatan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyampaikan opening remarks secara virtual pada sidang 2nd Sherpa Meeting, Minggu (10/07) dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang menyampaikan sambutan secara virtual pula.

Sherpa track adalah forum anggota G20 untuk membahas beragam isu disamping Finance track. Jalur Sherpa track membahas terkait isu-isu ekonomi non-keuangan serta mempersiapkan berbagai konsep outcome dokumen yang akan dibahas pada KTT. Pembahasan isu-isu tersebut telah dilakukan oleh kementerian pada tingkat menteri masing-masing anggota. Dikutip informasi dari laman resmi G-20, sherpa track akan mempertemukan 1 initiative group, 11 WG, dan 10 engagement group (EG) untuk membahas dan memberikan rekomendasi agenda dan prioritas G20.

Sherpa Meeting G20 menjadi pertemuan tingkat tinggi yang strategis bagi Indonesia. Di dalam pertemuan tersebut dibahas beragam permasalahan yang akan mengerucut menjadi inisiasi, protokol atau kesepakatan aksi bersama yang akan ditandatangani oleh para pimpinan negara G-20 pada puncak KTT.

2nd Sherpa Meeting dilaksanakan serangkaian dengan pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri G20 di Bali pada tanggal 7 s.d. 8 Juli 2022 dan pertemuan tingkat Deputi Keuangan dan Bank Sentral G20 pada 13 s.d.14 Juli 2022 di Bali.

Salah satu isu yang penting adalah inflasi serta ketahanan pangan dan energi yang dikhawatirkan akan menghambat ekonomi global sekaligus mempersulit upaya pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs). Sebagai salah satu negara Champions dari Global Crisis Response Group (GCRG), Indonesia diharapkan dapat membantu memberikan solusi atas krisis keuangan, pangan, dan energi yang terjadi di dunia.

Forum ini juga menjadi ajang strategis untuk mengampanyekan beragam produk unggulan Indonesia yang potensial menjadi andalan ekspor: termasuk komoditas agrikultur dan perkebunan Indonesia terseleksi andalan ekspor.

Dalam kesempatan ini Pemerintah Indonesia menghadirkan beragam produk kuliner, kerajinan dan komoditas ekspor strategis melalui mini expo kepada para delegasi. Salah satu komoditas yang ditampilkan adalah Kelapa Sawit beserta produk-produk turunannya. Minyak kelapa sawit yang berkontribusi sebesar 59% terhadap pangsa pasar vegetable oil global, menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi demi pencapaian target SDGs.

Pertemuan 2nd Sherpa Meeting diikuti perwakilan negara anggota G20 dengan 19 anggota hadir secara fisik dan 1 secara virtual. Hadir pula dalam kegiatan ini perwakilan 9 organisasi internasional antara lain International Monetary Fund (IMF), World Trade Organization/International Renewable Energy Agency, dan Food and Agriculture Organization (FAO).

Sumber: bpdp.or.id

Share.