MAKASSAR, SAWIT INDONESIA – Program pengembangan sumberdaya manusia perkebunan yang difasilitasi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) terus berlanjut. Kali ini, sebanyak 210 petani sawit dari Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan mendapat kesempatan pelatihan 60 peserta pelatihan Penguatan Kelembagaan dan 150 peserta pelatihan Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit.

Diketahui, secara teknis pelaksanaan pelatihan petani sawit dilaksanakan AKPY-Stiper dengan menghadirkan instruktur/praktisi yang mumpuni dibidangnya. Dan, mendapat dukungan dari Ditjen Perkebunan dan Badan Pelatihan Pertanian – Jambi (Mitra Strategis AKPY-Stiper). Kegiatan pelatihan dimulai sejak 29 Juli – 7 Agustus 2022, di salah satu hotel, di Makassar, Sulawesi Selatan.

Pembukaan pelatihan petani sawit dihadiri Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Eva Lizarmi Ketua Tim Pengembangan SDM PKS mewakili Direktur Perlindungan Perkebunan Kementerian Pertanian, Zahron Helmi Kepala Badan Pelatihan Pertanian – Jambi, Perwakilan dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Luwu Timur, dan Perwakilan dari PTPN 14 serta tamu undangan lainnya. Secara resmi kegiatan pelatihan dibuka oleh, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, pada Selasa (2 Agustus 2022).

Dr. Sri Gunawan, SP, MP, IPU, Direktur AKPY-Stiper mengutarakan Kabupaten Luwu Utara menjadi salah satu kabupaten yang dipilih Ditjen Perkebunan untuk mengikuti program pelatihan petani sawit. “Saya ucapkan terima kasih petani sawit dari Luwu Utara sudah bersedia mengikuti program peningkatan SDM (pelatihan), saya berharap ke depan perkebunan kelapa sawit di Luwu Utara menjadi lebih baik setelah mengikuti pelatihan Penguatan Kelembagaan dan Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit,” ujarnya, saat memberikan sambutan, pada Selasa (2 Agustus 2022).

Selanjutnya, Sri Gunawan menambahkan kegiatan pelatihan selasas dengan visi Bupati Luwu Utara yaitu Religius, Maju, Sejahtera dan Mandiri berlandaskan Agribisnis dan Ekonomi Kerakyatan.

“Adapun tujuan dari pelatihan petani sawit yaitu memberikan pengertian dan pemahaman tentang cara budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, manajerial dan kewirausahaan yang berdaya saing perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Dengan materi Penguatan Kelembagaan dan Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit, sasarannya pekebun, keluarga pekebun, penyuluh, tenaga pendamping, ASN dan masyarakat sekitar kebun,” imbuhnya.

Terkait dengan pelatihan petani sawit yang diikuti kali pertama petani sawit dari Kabupaten Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Bupati Luwu Utara, menyampaikan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan pengembangan sumberdaya manusia petani sawit.

“Pelatihan petani sawit yang dilaksanakan ini memiliki arti penting dan strategis. Terutama bagi petani kelapa sawit. Karena kita tahu bahwa belum semua kelembagaan petani sawit terkelola dengan baik. Untuk itu, kita harapkan melalui pelatihan ini pengelolaan kelembagaan menjadi lebih baik,” ucapnya, saat ditemui di lokasi pelatihan petani sawit.

Kehadirannya merupakan bentuk komitmen dan dukungan pada petani sawit. “Tidak hanya itu, kami juga berkomitmen menjaga dan mengawal program PSR (replanting) sawit yang ada di kabupaten Luwu Utara. Berdasarkan hasil evaluasi cukup bagus, dan itu juga menjadi bagian dari komitmen kami (pemkab) pada petani sawit. Jadi, kami tidak melepas begitu saja tetapi kami melakukan pendampingan ke petani sawit,” kata Bupati Indah.

Selain itu, ia melanjutkan masih banyak PR di petani sawit yaitu pada teknis budidaya. Dengan pelatihan ini, petani menjadi memiliki wawasan dan pengetahuan dengan harapan bisa dipraktikkan serta berdampak pada peningkatan produktivitas dari lahan kelapa sawit yang mereka (petani) miliki.

“Sekali lagi saya sangat mengapresiasi pada pelaksanaan kegiatan pelatihan petani sawit. Saya juga berharap tidak berhenti sampai disini, tetapi diikuti oleh pelatihan-pelatihan lainnya. Sebenarnya masih banyak yang perlu dikuatkan baik dari sisi penguatan kelembagaan dan teknis budidaya tanaman kelapa sawit,” lanjut perempuan yang menjabat Bupati dua periode.

Menariknya, dalam kegiatan pelatihan yang dilaksanakan AKPY-Stiper menghadirkan motivator profesional yang tak lain bertugas memberikan semangat pada peserta. Sesi ice breaking bertujuan menjaga konsentrasi dan fokus peserta melalui game sehingga peserta tidak mengalami jenuh saat menerima materi. Sesi ini diberikan di sela-sela atau jeda materi dan di awal sebelum sesi materi dimulai.

Share.