BPDP-KS Ingin Kemitraan Sawit Yang Bernilai Tambah

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) memberikan perhatian dan dukungan penuh bagi program kemitraan sawit. Kemitraan ini menjadi perhatian bagi BPDP-KS untuk mendukung keberlanjutan dan keberlangsungan industri sawit di dalam negeri.

Plt. Direktur Kemitraan BPDP-KS, Muhammad Ferian mengutarakan kemitraan di dalam industri sawit masih diperlukan sekarang ini. Untuk itu, pihaknya akan mendorong dengan instrument yang dimiliki untuk menjadikan petani merdeka. “Tetapi kemitraan tidak lagi hubungan anak dengan bapak antara petani sawit dan perusahaan, melainkan sebagai dua institusi yang merdeka. Setelah merdeka baru bermitra. Jadi bermitra yang sehat, kedua pihak akan diuntungkan,” ujarnya Dialog Webinar sawit sesi ketiga yang diselenggarakan Majalah Sawit Indonesia dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), pada akhir Agustus 2020). Dialog ini bertemakan “Kemitraan Sinergis dan Penguatan Kelembagaan Bagi Rantai Pasok Sawit Yang Efisien”.

Ferian sejalan dengan pernyataan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono dan Ketua Umum DPP APKASINDO, Gulat ME Manurung berkaitan pola kemitraan.“Jika mengkaitkan dengan kemitraan, perusahaan pasti mau berhubungan dengan petani asalkan ada hubungan saling menguntungkan,” imbuh Ferian.

BPDP-KS mendukung melalui program-program agar petani sawit dapat memahami efisiensi biaya (biaya produksi, biaya transportasi, peningkatan akses), pemberdayaan kelembagaan (pengelolaan usaha bisnis dan pusat pembelajaran anggota untuk pekebun swadaya. Lalu, peningkatan nilai jual hasil kebun (peningkatan produktivitas kebun melalui peremajaan, produsen minyak sawit, produsen produk biomassa).

Terdapat kesamaan pandangan antara BPDP-KS dengan petani berkaitan persoalan yang mereka hadapi seperti akses pasar. Keinginan petani  dapat dibarengi melalui kemampuan tidak sebatas menjual buah sawit melainkan menghasilkan CPO sebagai nilai tambah mereka.

Menurutnya BPDP-KS mendorong petani mampu membangun pabrik sawit asalkan telah dilakukan studi kelayakan. Studi ini dapat mempertimbangkan pasokan bahan baku, permodalan, pengetahuan dan ketrampilan, fasilitas pengolahan TBS, dan potensi pasar. “BPDP dapat memberikan dukungan pendanan kepada petani sesuai arahan regulasi. Tetapi supaya dampaknya besar, maka perhatikan seluruh aspek bisnisnya tadi. Pelatihan bisa disediakan begitupula pendanaan sarana prasarana sesuai aturan dari Kementerian terkait,” pungkasnya

 

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like