BATAM – Dalam mendukung percepatan ekspor kelapa sawit dalam berbagai bentuk dan meningkatkan kapasitas petani sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) mendorong petani sawit ambil peran melalui ekspor produk turunan kelapa sawit untuk skala UMKM.

Diadakan di kota gerbang ekspor Batam pada tanggal 14 hingga 16 Juli, BPDP-KS mengadakan workshop promosi prosedur, pembiayaan dan penerapan digitalisasi dalam proses ekspor produk kelapa sawit dan turunannya skala UMKM yang dihadiri oleh 50 petani sawit yang tergabung dalam koperasi.

Dibuka oleh Helmi Muhansyah selaku Kepala Divisi UKMK BPDP-KS mewakili Plt. Direktur Kemitraan BPDP-KS, dijelaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya mendorong dan membekali petani sawit untuk berperan aktif dalam hilirisasi sawit Indonesia.

“Sebagai lanjutan rangkaian kegiatan sebelumnya dimana petani dibekali pengetahuan dasar untuk memulai hilirisasi, kali ini kami mendorong petani sawit tersebut untuk ikut agar akhirnya bisa turut membantu memulihkan harga TBS dengan mulai mengekspor produk mereka. Disinilah fungsi utama BPDP-KS yaitu memfasilitasi petani sawit”, ungkap Helmi dalam sambutannya.

Turut memberikan sambutan dalam pembukaan adalah Iwan Kurniawan selaku Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara – Batam dan Drs H. Endang Suhara sebagai Kepala Bidang Pengembangan UMKM Dinas Koperasi UKM Provinsi Kepulauan Riau.

Untuk membuka cakrawala petani sawit yang sudah memiliki latar belakang usaha karena sudah tergabung dalam kelembagaan koperasi ini, dalam sesi pertama di hari pertama workshop ini menghadirkan narasumber mumpuni dari Kantor Bea Cukai Tipe B Batam yaitu Agus Rifa’i, dari Direktorat Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan yakni Immanuel, SE., M.Sc., dan Vice President-Fungsional Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Maryani Saswidyanti, S.Si.,MM.

Dalam paparannya, masing -masing narasumber memberikan informasi mendasar mengenai ekspor dan dan peraturan nya agar petani sawit dapat mempersiapkan diri karena kesempatan itu masih besar, karena “saat ini ekspor sawit belum ada yang produk hilir nya, semua nya masih produk hulu” sebagaimana dikatakan Agus Rifa’i selaku Kepala Seksi Pabean dan Cukai II.

Sementara Immanuel turut memaparkan bagaimana petani sawit bisa mendapatkan pelatihan insentif untuk menjadi eksportir melalui fasilitasi dari Kemendag dalam bentuk pelatihan hingga jaringan pasar.

Dan untuk pembiayaan, Maryani menjelaskan bagaimana petani sawit bisa mendapatkan bantuan pembiayaan jaminan asuransi dan fasilitasi, sebagaimana ditugaskan Kementerian Keuangan, terkhusus bagi komoditas unggulan ekspor seperti kelapa sawit.

Sesi berikutnya akan diisi oleh asosiasi petani sawit yakni Dr. Gulat Manurung, MP.,C.IMA, C.APO. sebagai Ketua Umum APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Idonesia), dan Setiyono selaku ketua ASPEKPIR (Asosiasi Petani Kelapa Sawit – PIR) yang memberikan pandangan potensi pengembangan Koperasi dan UMKM Sawit untuk pasar ekspor.

Sumber: bpdp.or.id

Share.